Labuan Bajo, GBRNews.id –Organisasi masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya kembali menjadi perbincangan hangat di tengah publik nasional. Dikenal sebagai ormas yang dipimpin tokoh kontroversial, Hercules, GRIB Jaya kini dikabarkan telah menyusup ke jantung pariwisata Indonesia: Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran GRIB Jaya di berbagai provinsi memang belakangan ini menuai sorotan tajam, namun yang terjadi di Labuan Bajo berbeda, dugaan keterkaitan politik dengan partai penguasa dan sinyal dukungan dari lingkaran kekuasaan lokal.
Masuk Diam-Diam, Terendus Lewat Media Sosial
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski tanpa seremoni resmi, GRIB Jaya diduga telah membentuk kepengurusan di Labuan Bajo sejak 11 April 2025. Jejak keberadaannya terungkap lewat unggahan akun Facebook berinisial FJ, yang memamerkan ucapan terima kasih kepada Pemda dan Forkopimda Mabar atas dukungan terhadap imbauan keamanan menjelang Paskah.
Postingan tersebut menyertakan salinan surat kesepakatan bersama dari Bupati, Kapolres, tokoh-tokoh agama, hingga unsur TNI-Polri. Dalam narasi yang ditulis, FJ seolah memberi isyarat bahwa GRIB Jaya telah diterima di lingkaran Forkopimda setempat.
Berikut unggahan FJ dalam Facebook pribadinya:
“,,Keluarga besar GRIB JAYA Kab.Manggarai Barat berterima kasih kepada Pemda Manggarai barat dan Forkompimda yg telah mengeluarkan Himbauan ini…Mari kita menciptakan labuan bajo dan sekitarnya aman kondusif menjelang hari paskah…gbu🙏🙏”, tulis FJ, sembari mengunggah surat imbauan resmi dari Pemkab Manggarai Barat dan Forkopimda tertanggal 10 April 2025 yang berisi ajakan untuk melaksanakan “Keheningan Total” pada 18 April 2025.
Pada unggahan selanjutnya, tepat pada 2 Mei 2025, FJ mempublikasikan video Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, bersama pengacara Razman Arif Nasution, dengan narasi siap menjalankan instruksi DPP GRIB Jaya.
“Siap!Untuk ditindaklanjuti atas instruksi dr bpk ketua umum dpp GRIB JAYA”🙋🙋🙋,” tulisnya.
Tak berhenti di situ, pada 11 Mei 2025, FJ mengganti foto profil Facebook-nya dengan desain bertuliskan “DPC GRIB JAYA KAB. MANGGARAI BARAT” disertai nama berinisial FSP, menyiratkan bahwa struktur kepengurusan telah terbentuk.
Namun yang mengundang tanda tanya besar, akun yang sama juga gencar membagikan kegiatan Partai NasDem yang merupakan partai penguasa, lengkap dengan mengenakan atribut kepartaian.
FJ bahkan mengunggah dokumentasi saat mendampingi Ketua Umum Surya Paloh dalam Rakerwil Partai NasDem di Labuan Bajo belum lama ini.
Tak hanya itu, ia juga beberapa kali mengunggah foto bersama Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, yang diketahui menjabat sebagai Ketua DPW NasDem NTT.
Polisi Kampanyekan Tolak Ormas Preman
Di sisi lain, Polres Manggarai Barat secara aktif menggencarkan kampanye “Tolak Premanisme Berkedok Ormas. Tidak Ada Ruang Bagi Premanisme Berkedok Ormas.” Poster-poster imbauan terpajang dengan pesan tegas, patroli rutin berskala pun masif dilakukan.
Pihak Kepolisian dengan tegas menyatakan tidak akan memberikan ruang bagi ormas yang merusak stabilitas dan mengganggu iklim investasi di daerah pariwisata premium Labuan Bajo.
Di tengah reputasi sebagai destinasi wisata super prioritas, kehadiran ormas semacam GRIB Jaya di Labuan Bajo memicu kekhawatiran tersendiri.

GRIB Jaya bukan nama baru. Ormas ini berdiri sejak 2011 dan dipimpin Rosario de Marshall alias Hercules, sosok yang dikenal sebagai eks preman Tanah Abang dan loyalis militer.
Hercules punya rekam jejak panjang, mulai dari konflik jalanan hingga kedekatan dengan tokoh nasional, termasuk Prabowo Subianto.
GRIB Jaya bahkan secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo dalam tiga Pilpres terakhir. Meski demikian, mereka mengklaim sebagai ormas yang bersinergi dengan TNI-Polri dan memiliki visi kebangsaan.
Dalam situs resmi GRIB Jaya, ormas ini mengaku memiliki 292 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), 215 anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan 691 anggota Pengurus Anak Cabang (PAC).
Namun citra “keras” GRIB sulit dipisahkan. Ormas ini beberapa kali terseret dalam insiden gesekan antar kelompok, terakhir bentrok dengan Pemuda Pancasila di Blora pada Januari 2025 jadi catatan buruk terbaru mereka.
Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah pihak terkait masih dalam tahapan konfirmasi. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










