LABUAN BAJO, GBRNews.id – Final Turnamen Bola Voli Bupati Cup II Manggarai Barat 2025 mempertemukan dua tim tangguh, AWSTAR dan Putri Adriyufi, di Lapangan Kompleks Kantor Bupati Manggarai Barat, Sabtu malam (27/9). Alih-alih menjadi tontonan megah, laga justru diwarnai kericuhan hebat pada set ketiga.
Set pertama berlangsung timpang. Putri Adriyufi tampil percaya diri dan mengunci kemenangan dengan skor telak 25-12. Namun AWSTAR bangkit di set kedua. Pertarungan sengit terjadi, dan berkat servis penutup dari Chelin bernomor punggung 5, AWSTAR berhasil menutup set ini dengan skor tipis 25-22.
Memasuki set ketiga, tensi semakin meninggi. AWSTAR sukses mencuri momentum dan menekan Putri Adriyufi hingga akhirnya unggul tipis 25-23. Namun justru di momen inilah situasi memanas. Manager Putri Adriyufi melayangkan protes keras kepada wasit dua. Protes tersebut memicu emosi dan membuat suporter AWSTAR tersulut. Atmosfer final pun berubah ricuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kericuhan memuncak saat skor berada di angka 12-11 untuk keunggulan Putri Adriyufi. Suasana semakin kacau, hingga beberapa pemain terlihat kehilangan fokus. Situasi tak terkendali membuat panitia dan aparat keamanan harus turun tangan. Bahkan Upeng, Manager Tim Putri Adriyufi, akhirnya diamankan untuk meredam emosi dan mencegah kericuhan semakin meluas.
Ricuh tersebut semakin menjadi sorotan karena disaksikan langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, bersama beberapa tamu istimewa yang hadir di tribun kehormatan. Alih-alih menyaksikan final megah, mereka justru melihat drama panas yang mencoreng jalannya laga pamungkas Bupati Cup II.
Final yang seharusnya menjadi ajang penentuan juara justru ternodai oleh insiden ini. Turnamen yang diharapkan menjadi pesta olahraga Manggarai Barat berubah menjadi tontonan penuh ketegangan. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










