LABUAN BAJO, GBRNews.id – Proses evakuasi truk ekspedisi Mitra Jaya yang terjun ke jurang di tanjakan ekstrem Wae Nengke, Desa Siru, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, akhirnya berhasil dilakukan, Kamis (14/4/2026) sekitar pukul 20.00 Wita.
Evakuasi berlangsung dramatis dan menyita perhatian para pengguna jalan Trans Flores. Satu unit ekskavator dan mobil tronton dikerahkan untuk menarik badan truk dari dasar jurang menuju badan jalan.
Proses pengangkatan kendaraan berlangsung cukup sulit karena medan yang curam dan sempit. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Labuan Bajo menuju Ruteng maupun sebaliknya sempat lumpuh total kurang lebih satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ferdin, salah satu pelintas asal Kecamatan Mbeliling yang menyaksikan langsung proses evakuasi, mengaku suasana di lokasi berlangsung menegangkan.
Menurutnya, alat berat harus bekerja ekstra hati-hati karena posisi truk berada cukup dalam di jurang.
“Prosesnya sangat dramatis karena posisi mobil berada di jurang dan alat berat harus bekerja ekstra hati-hati,” ungkap Ferdin saat dihubungi GBRNews.id, Jumat malam (29/5/2026).
Cuplikan video proses evakuasi
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan lalu lintas tunggal itu terjadi di jalur ekstrem Jalan Trans Flores, tepatnya di tanjakan Wae Nengke, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 14.30 Wita.
Satu unit truk ekspedisi bernama Mitra Jaya dilaporkan gagal menanjak saat melintasi tikungan tajam di kawasan tersebut hingga akhirnya terjun bebas ke jurang. Beruntung, sopir truk selamat dari insiden yang nyaris merenggut nyawa itu.
Informasi yang dihimpun GBRNews.id, truk ekspedisi roda enam berwarna putih dengan nomor polisi G 9034 OF itu tengah melaju dari Labuan Bajo menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun saat tiba di tanjakan Wae Nengke, kendaraan diduga kehilangan tenaga hingga gagal bermanuver di tikungan tajam sebelum akhirnya terjun ke jurang.
Kapolsek Lembor, Ipda Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.
“Lakalantas di Kampung Lendo, tepatnya di tanjakan Wae Nengke,” kata Ipda Vinsen saat dihubungi GBRNews.id, Senin (25/5/2026) malam.
Menurutnya, kondisi tikungan yang tajam menjadi faktor utama penyebab kecelakaan.
“Tikungan yang terlalu tajam menyebabkan mobil gagal manuver di tikungan tajam di Wae Nengke,” jelasnya.
Meski truk mengalami kerusakan cukup parah usai masuk ke jurang, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun barang muatan yang dibawa mengalami kerusakan akibat benturan keras saat kendaraan terperosok ke dasar jurang.
“Dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa, namun mobil serta barang yang dimuat mengalami kerusakan,” ungkap Ipda Vinsen.
Usai menerima laporan, personel Polsek Lembor langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

“Pihak Polsek Lembor sudah mendatangi TKP dan mengamankan lokasi kejadian,” tambahnya.
Sopir truk diketahui bernama Egidius Pagur (51), warga Watu Alo, Desa Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Ia dilaporkan selamat meski mengalami syok akibat insiden tersebut.
Kecelakaan ini kembali menambah daftar panjang insiden di jalur Trans Flores wilayah Manggarai Barat yang dikenal rawan dan ekstrem. Jalur dengan tanjakan curam, tikungan tajam, menurun licin, serta kondisi jalan yang sempit kerap memicu kecelakaan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
Sebelumnya, Senin (18/5/2026) sore, sebuah truk bermuatan berat tujuan Ruteng juga mengalami kecelakaan di jalur Puncak Rangga Watu, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat. Truk bernomor polisi EB 8369 D itu terbalik dan masuk ke parit diduga akibat jalan rusak dan bergelombang. **










