LABUAN BAJO, GBRNews.id – Debut semifinal Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende 2025 antara PSN Ngada dan Bajak Laut FC di Stadion Marilonga, Rabu (3/12) pukul 16.00 Wita, menghadirkan drama besar yang membuat ribuan penonton terpaku. Dua tim bertarung 120 menit tanpa ampun, namun Bajak Laut akhirnya tenggelam di titik putih, kalah 3–4 dalam adu penalti yang mendebarkan.
Laga ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube Tiwu Telu Media, menjadi tontonan panas di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).
Line Up Kedua Tim
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bajak Laut FC
Pelatih Kepala: Syamsuddin
Pemain Utama: Evodius R. M. Neta (7), Muhamad Rizaldi (6), Syrilus M. Leda (24), Yohanes K. Nono (9), M. Alvin Maulana (31), Mohd. Azwan (11), Alfianus Seo (15), Suharman (71), M. Aslan (30), Karolus Bhuru (18), A. Diva Surya (23).
Pemain Cadangan: Adrianus D. Buana (21), Yanuarius R. Jawa (29), Faisal Anugrah (32), Muhammad Faezal (20), Andreas Y. Logo (5), Kanisius Kaju (22), Muh. Faisal Rabil M (3), Rasya D. Paru (4), Yohanes S. Sola (26), Ronaldy F. Ngoe (19).
PSN Ngada
Pelatih Kepala: Kletus M. Gabhe
Pemain Utama: Kristoforus M. Djaga (19), Elisabius Dosi (5), Frumenius R. Loke (3), Sebastianus Due (55), Claudio P. Sebo (8), Herman J. A. Ladja (6), Adam A. Zakwan (10), Petros B. M. Sada (88), Hironimus Liko (29), Aldonius Lalu (15), Richardus Bhara (17).
Pemain Cadangan: Yohanes P. S. M. Dopo (26), Kristoforus Y. Salo (66), Paskalis Sadi (18), Yanuarius Wedo (16), Yoakim D. D. Raja (9), Ignatius F. Polja (1), Yohanes C. W. Mole (20), Claudius D. L. Djawa (21), Yohanes Raja (27), Michael Q. F. Reo (7).

Sejak menit awal, duel antara Laskar Anak Kota Super Premium dan Laskar Jaramasi berlangsung dalam tensi tinggi. Serangan cepat dan duel fisik keras langsung mewarnai pertandingan.
Kapten Bajak Laut Yoris Nono (9) terus dirantai lini belakang Ngada, membuat peluang mereka teredam. Sebaliknya, Ngada dua kali mengancam serius namun bola justru membentur mistar gawang.
Ketegangan memuncak ketika Evodius “Rahul” Neta (7) diganjar kartu kuning. Situasi makin panas setelah Yoris Nono terlibat adu mulut dengan official Ngada karena dugaan mengulur waktu.
Namun hingga babak pertama berakhir, skor tetap kacamata 0–0.
PSN Ngada membuka babak kedua dengan tekanan agresif. Menit 69, Adam A. Zakwan (10) sukses menanduk bola ke gawang Bajak Laut. Skor berubah 1–0 dan stadion bergemuruh.
Tapi Bajak Laut merespons super cepat.
Pelatih Syamsuddin memasukkan Muh. Faisal Rabil M (3) dan hasilnya instan.
Menit 71:34, bola liar dalam kemelut langsung disambar Suharman (71) menjadi gol penyama. Bajak Laut bangkit, skor 1–1.
Masalah datang ketika penjaga gawang utama M. Aslan (30) harus ditandu keluar akibat cedera. Ia digantikan Muhammad Faezal (20) yang tampil cukup solid.
Hingga 90 menit, skor belum berubah dan pertandingan masuk extra time.
Extra Time: Dua Tim Habis-Habisan
Tambahan waktu terasa seperti 30 menit tersakit bagi kedua tim. PSN Ngada menyerang dengan cepat, Bajak Laut membalas dengan transisi kilat. Kapten Yoris Nono (9) terus mencoba membuka ruang, namun Ngada menutupnya mati-matian.
Kiper kedua Bajak Laut, Faezal, tampil heroik menepis beberapa peluang. Namun hingga 120 menit, skor tetap 1–1. Semua ditentukan lewat adu penalti.
Adu penalti berlangsung dengan degup jantung tak karuan. Detik-detik yang menentukan nasib, momen yang membuat seluruh Stadion Marilonga menahan napas.
PSN Ngada mendapat giliran pertama. Hironimus Liko (29), membuka eksekusi sempurna. Selanjutnya Adam A. Zakwan (10) maju sebagai eksekutor kedua, namun tendangannya justru melenceng dan mudah dibaca kiper Bajak Laut, menjadi awal yang mengejutkan bagi Laskar Jaramasi.
Situasi berubah ketika penendang berikutnya tampil lebih tenang. Claudius D. L. Djawa (21) sukses menaklukkan kiper Bajak Laut. Disusul kemudian oleh dua eksekutor Ngada lainnya, Kristoforus Y. Salo (66) dan Elisabius Dosi (5), yang dengan dingin mengirim bola ke dalam gawang. Tiga gol berturut-turut membuat PSN Ngada mengambil alih momentum.
Di kubu Bajak Laut, Karolus Bhuru (18) membuka eksekusi dengan sempurna. Namun langkah Bajak Laut tersendat setelah Ronaldy F. Ngoe (19) gagal menuntaskan tugasnya. Asa kembali menyala ketika Andreas Y. Logo (5) dan sang kapten Yoris Nono (9) mencetak gol, menjaga harapan tetap hidup.
Harapan itu mencapai puncak ketika penendang terakhir, Muh. Faisal Rabil M (3), maju ke titik putih. Stadion terdiam. Ia mengambil ancang-ancang, melepaskan tembakan dan bola menghantam mistar gawang. Suara dentingan itu seolah menjadi tanda karamnya kapal Bajak Laut malam itu.

Adu penalti berakhir dengan skor 4–3 untuk PSN Ngada, menutup perjalanan dramatis Bajak Laut yang harus ikhlas tenggelam di titik putih.
PSN Ngada kini menanti pemenang laga Persada SBD vs Persena Nagekeo untuk menentukan lawan di final. Sementara Bajak Laut harus mengalihkan fokus ke perebutan tempat ketiga. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










