Manggarai Timur, GBRNews.id – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menggelar Deklarasi Damai untuk memperkuat persatuan, kedamaian, persaudaraan, dan stabilitas daerah pada Kamis (4/9/2025). Kegiatan berlangsung pukul 10.00 Wita di Aula Sekda Manggarai Timur, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong.
Acara dipimpin langsung oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas. Dalam sambutannya, Agas menegaskan pentingnya menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Hari ini kita berkumpul dengan niat dan langkah yang sama, menyatakan komitmen menjaga bangsa dan negara ini mulai dari daerah kita. Kabupaten Manggarai Timur untuk Indonesia,” ujar Agas yang disambut tepuk tangan peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh Daerah Hadir Lengkap
Deklarasi ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur, Ketua DPRD Salesius Medi, Dandim 1612/Manggarai Letkol Amos Comonius Silaban, Kapolres AKBP Haryanto, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Ruteng Ainun Arifin, Sekda Ir. Boni Hasudungan, serta pimpinan OPD dan tokoh masyarakat.
Tak hanya pejabat, perwakilan alumni organisasi mahasiswa seperti PMKRI, GMNI, dan LMND juga hadir. Unsur ASN, camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, hingga insan pers ikut ambil bagian.
Jalannya Deklarasi
Acara diawali menyanyikan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Sekda Boni Hasudungan yang menekankan pentingnya persatuan.
Sejumlah pihak kemudian menyampaikan pernyataan sikap, mulai dari Kapolres AKBP Haryanto yang mengajak masyarakat menolak hoaks dan provokasi, perwakilan tokoh agama yang menyerukan toleransi, hingga insan pers yang menegaskan pentingnya verifikasi berita demi menjaga keutuhan NKRI.
Ketua DPRD Salesius Medi menekankan perlunya dialog publik dalam menyikapi perbedaan, sedangkan Dandim 1612/Manggarai Letkol Amos Comonius Silaban menegaskan sinergi TNI-Polri dengan masyarakat untuk menjaga keamanan.
Pesan Bupati Agas Andreas
Dalam pidatonya, Agas Andreas mengingatkan bahwa bangsa Indonesia berdiri atas perjuangan para pendahulu. Ia menekankan bahwa semangat perjuangan itu harus dijaga melalui kerja nyata.
“Kita harus menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi, serta mendukung pembangunan demi kesejahteraan masyarakat. Mari kita hormati jasa leluhur dengan melanjutkan perjuangan lewat persatuan dan kerja bersama,” tegasnya.
Pidato Agas ditutup dengan seruan lantang “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” yang menggema di seluruh aula. (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










