Bara Konflik Pater Marsel Agot dan Alo Oba Kian Panas, Adu Ultimatum dan Lapor Polisi

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026 - 04:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id – Bara konflik antara Pater Marsel Agot, SVD dan Alosius Oba kian membesar. Sengketa klaim kepemilikan tanah di kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjelma menjadi adu ultimatum dan saling lapor ke aparat penegak hukum.

Situasi memanas setelah Pater Marsel Agot melaporkan Alosius Oba bersama tiga orang karyawannya ke Polres Manggarai Barat pada Kamis (5/2/2026) siang. Langkah hukum tersebut menyusul insiden di lokasi sengketa yang sebelumnya diwarnai desakan permintaan maaf dari Pater Marsel kepada Alo Oba dan salah satu penjaganya dalam tenggat waktu 3×24 jam.

Namun desakan itu berbalik arah. Alosius Oba justru melayangkan ultimatum keras kepada Pater Marsel Agot, SVD agar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada dirinya serta tiga penjaga tanah—Mansur, Sipri, dan Jon—dalam waktu 2×24 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alo Oba menilai kehadiran Pater Marsel di lokasi tanah yang diklaim miliknya dilakukan dengan cara arogan dan bernuansa intimidatif. Ia menyebut Pater Marsel datang bersama massa dalam jumlah besar tanpa mempertimbangkan situasi para penjaga di lapangan.

“Marsel Agot ini atau boleh dikatakan dia ini adalah dengan segala arogannya turun lapangan tanpa mempertimbangkan lagi nilai kesabarannya. Saya yakin dengan segala nafsunya dia melihat saya punya penjaga yang ada di lapangan tiga orang Mansur, Sipri dengan Jon, seakan-akan tidak ada nilainya di hadapan dia. Segala kata-kata intervensi, intimidasi, bahkan menakut-nakuti disampaikan,” ujar Alo Oba kepada wartawan, Kamis (5/2/2026) malam di kediamannya.

Ia juga menyinggung ucapan Pater Marsel dalam dialek Manggarai yang dinilainya bernada ancaman, “Maram mata ndo aku, benta Alo Oba itu,” yang diartikan sebagai, “Biar saya meninggal di sini, panggil Alo Oba ke sini.”

Lebih jauh, Alo Oba menilai sikap Pater Marsel saat itu telah melampaui batas peran sebagai seorang pelayan gereja.

“Saya melihat Pater Marsel saat itu seorang biarawan dia tanggalkan benar saat itu. Dia tidak terkontrol lagi. Bahkan secara pribadi saya menilai Pater Marsel bukan lagi seorang Pater,” tegasnya.

Atas peristiwa tersebut, Alo Oba mendesak Pater Marsel Agot untuk segera menyampaikan permintaan maaf sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kemanusiaan.

“Marsel Agot harus minta maaf kepada saya 2 kali 24 jam, ketika itu ia lakukan, saya akan pahami dari secara sisi kemanusiaan. Bahwa orang ini dari segala sisi kurang dan lebihnya ia menyadari apa yang disampaikan di lapangan itu tidak benar,” katanya.

Tak hanya menempuh jalur hukum, Alo Oba juga menyatakan siap membawa persoalan ini ke ranah struktural gereja. Ia berencana melaporkan dugaan intimidasi tersebut ke Keuskupan Labuan Bajo hingga ke tingkat pusat di Jakarta.

“Karena saya tahu dia (Pater Marsel Agot, red) itu seorang biarawan maka secara struktur akan menyampaikan kepada seluruh Keuskupan bahkan sampai Jakarta. Lalu saya akan laporkan ke Polres (Mabar) Polda (NTT), dan Mabes Polri malah. Saya siap melaporkan dia,” ujarnya.

Alo Oba mengungkapkan, laporan ke pihak gereja berkaitan dengan dugaan intimidasi dan ancaman terhadap tiga penjaga tanahnya saat Pater Marsel mendatangi lokasi sengketa pada 27 Januari lalu.

“Dia intimidasi. Menakut nakutkan sampai saya punya tiga anak yang yang ditugaskan jaga di lokasi (tanah miliknya di Kawasan Batu Gosok, Kelurahan Labuan Bajo) mereka lemah dan bingung mau bernaung dimana,” bebernya.

Sementara terkait laporan polisi yang dilayangkan Pater Marsel Agot terhadap dirinya dan para penjaga tanah, Alo Oba mengaku tidak gentar. Ia justru menilai laporan tersebut sebagai upaya gertak sambal.

“Saya tahu trak triknya dia (Pater Marsel Agot, red). Dia (melaporkan ke polisi) untuk (mencari) membenarkan dirinya dengan menghadirkan banyak massa pendukung-pendukungnya dia tapi saya tidak melihatnya itu. Dari sisi kemanusiaannya saya tetap menghargai. Pertama saya berikan waktu buat dia, untuk dia meminta maaf kepada saya 2 kali 24 jam,” sambungnya.

Alosius Oba, Tokoh Masyarakat Labuan Bajo, Kamis (5/2/2026). Foto Rino/GBRNews.

Lebih jauh menanggapi laporan polisi yang dialamatkan kepadanya, Alo Oba justru menilai langkah tersebut sebagai hal yang ia butuhkan agar proses hukum berjalan terang dan jelas.

“Saya ini boleh dikatakan mandi sekali basah terus, ia kan. Daripada saya kucing-kucingan, lebih baik saya tempuh melalui prosedur hukum. Tidak membawa massa, ketika saya melaporkan dia, massa saya tidak butuh, cukup saya dan beberapa orang yang dia laporkan itu,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak Pater Marsel Agot, SVD untuk meminta tanggapan terkait laporan resmi yang dilayangkannya terhadap Alosius Oba bersama tiga orang karyawannya ke Polres Manggarai Barat pada Kamis (5/2/2026) siang, serta menanggapi ultimatum dan rencana upaya hukum lanjutan yang disampaikan Alosius Oba. ***

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru