LABUAN BAJO, GBRNews.id – Duel panas perebutan tiket Semifinal ETMC XXXIV Ende 2025 menjadi salah satu laga paling dramatis musim ini. Bertempat di Stadion Marilonga, Kota Ende, Minggu (30/11) pukul 20.00 Wita dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube TIWU TELU MEDIA, duel PS Malaka kontra Bajak Laut FC benar-benar menyuguhkan adrenalin tanpa jeda. Dalam laga penuh tekanan itu, Bajak Laut FC bangkit dari ketertinggalan dan akhirnya menenggelamkan PS Malaka dengan kemenangan spektakuler 4-6.
Wasit Thobias Besy asal Kupang meniup peluit awal, dan kedua tim langsung tampil dalam tensi tinggi. Baru berjalan empat menit, PS Malaka membuka skor. Pelanggaran di luar kotak 16 dimanfaatkan dengan sempurna: bola liar hasil kemelut disambar Dwikie M. Jehaman (21) setelah umpan cepat Yohanes Y. Jehaman (10). Skor 1-0 tercipta pada menit 04:22.
Bajak Laut FC mencoba mengambil alih ritme. Tekanan intens Laskar Anak Kota Premium akhirnya membuahkan hasil pada menit 22:34. Ronaldy F. Ngoe (19) melepaskan tendangan keras ke pojok kiri gawang — gol penyama kedudukan, 1-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun euforia itu hanya bertahan semenit. PS Malaka kembali menusuk melalui serangan cepat. Pada menit 23:38, lengahnya lini belakang Bajak Laut dimanfaatkan Yohanes Y. Jehaman (10) yang mencetak gol kedua bagi timnya dengan sontekan manis, selebrasi khasnya menggunakan tiang bendera pun menjadi sorotan. Skor berubah 2-1.
PS Malaka terus menekan. Menit 38:20, sebuah bola panjang dari tendangan bebas tak mampu dihalau pertahanan Bajak Laut. Yohanes Y. Jehaman (10) kembali mengoyak jala lewat sundulan terarah — hattrick tak resmi sebelum turun minum, membuat skor melebar jadi 3-1.
Bajak Laut tak menyerah. Di masa injury time babak pertama, tepat menit 47:00, Suharman (71) mengirimkan bola angkat ke depan gawang. Setelah sempat gagal dieksekusi Ronaldy, Yoris Nono (9) memanfaatkan bola muntah dengan sundulan telak. Gol vital ini membuat Bajak Laut menutup babak pertama dengan skor 3-2.
PS Malaka memulai babak kedua dengan percaya diri. Menit 46:29, Yohanes Y. Jehaman (10) kembali membuktikan kualitasnya lewat sepakan terarah dari luar kotak penalti, mengubah skor menjadi 4-2.
Bajak Laut membalas cepat. Menit 55:52, serangan cepat dari lini tengah berakhir dengan sontekan halus Suharman (71) tepat di depan gawang. Kiper PS Malaka terkapar, skor menipis jadi 4-3.
Enam menit kemudian, Bajak Laut kembali menggila. Menit 62:54, tendangan pojok dieksekusi matang dan dituntaskan oleh sang kapten Yoris Nono (9) dengan sundulan keras yang mengubah skor menjadi 4-4. Pertandingan pun dilanjutkan ke extra time.
Babak pertama extra time, menit 92:43, kombinasi cepat dari trio Charles Bhuru (18), Evodius Neta (7), dan Andreas Y. Logo (5) menghasilkan gol penting. Andreas Y. Logo menuntaskan umpan pendek dengan finishing terukur. Bajak Laut untuk pertama kalinya unggul, 4-5.
PS Malaka mencoba bangkit, namun Bajak Laut tampil lebih hidup. Menit 108, umpan lambung Charles Bhuru (18) dari sisi kiri disambar Yoris Nono (9) dengan sundulan maut yang memperlebar jarak menjadi 4-6. Ini menjadi gol yang mematikan asa PS Malaka.
Hingga peluit panjang dibunyikan, PS Malaka tak mampu bangkit. Bajak Laut FC resmi mengamankan tiket semifinal, menjadi tim kedua yang lolos setelah PSN Ngada.

Line Up Bajak Laut
Coach: Syamsuddin
Pemain Inti:
Evodius R.M. Neta (7), Jamiludin (14), Muhamad Rizaldi (6), Yohanes K. Nono (9), M. Alvin Maulana (31), Arif Munandar (12), Suharman (71), Muhammad Faezal (20), Karolus Bhuru (18), A. Diva Surya A J (23), Ronaldy F. Ngoe (19).
Pemain Cadangan:
Adrianus D. Buana (21), Moh. Azwan (11), Yanuarius R. Jawa (29), Faisal Anugrah (32), M. Aslan (30), Andreas Y. Logo (5), Kanisius Kaju (22), Muh. Faisal Rabil (3), Rasya D. Paru (4), Yohanes S. Sola (26).
Presiden Bajak Laut FC, Arief Zulkarnain, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya atas perjuangan luar biasa para pemainnya. Kemenangan dramatis 6-4 atas PS Malaka di perempat final ETMC XXXIV Ende 2025 menjadi momen yang sangat emosional bagi sang presiden klub.
“Malam ini kami benar-benar tidak bisa berkata-kata melihat perjuangan dan kegigihan teman-teman pemain,” ujar Arief, saat dihubungi dari Labuan Bajo, usai laga.
Arief mengakui pertandingan itu penuh tekanan. Bajak Laut FC dua kali tertinggal, namun mental baja para pemain membuat mereka mampu bangkit, menyamakan kedudukan, hingga akhirnya membalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang.
“Dua kali kami ketinggalan, tapi kami bisa menyamakan skor dan akhirnya menang. Ini luar biasa,” ungkapnya haru.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemain, tim ofisial, serta masyarakat Labuan Bajo yang terus memberi dukungan tanpa henti. Arief turut mengapresiasi paguyuban IKM dan IKK Ende yang hadir langsung memberikan semangat di Stadion Marilonga.
“Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Manggarai Barat. Semoga kami bisa mempersembahkan yang terbaik untuk marwah sepak bola Manggarai Barat,” tutupnya. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










