Labuan Bajo, GBRNews.id –Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat resmi mengumumkan penutupan total akses jalan Lancang-Menjerite mulai 17 Februari hingga 17 Mei 2025.
Penutupan ini dilakukan untuk pekerjaan perbaikan alinyemen di daerah Lancang, yang berdampak pada arus kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, dalam surat resmi bernomor Dishub.500.11/55/II/2025, menegaskan bahwa selama masa perbaikan ini, lalu lintas akan dialihkan melalui Jalan Ketentang dan Jalan Theodor di Desa Batu Cermin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna menjaga kelancaran dan keselamatan, Bupati Edi mengimbau para pemilik kendaraan, khususnya kendaraan barang, untuk:
1. Membatasi tonase dan dimensi kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Tidak memarkir kendaraan atau melakukan aktivitas bongkar muat di ruas jalan yang dialihkan.

Dihimpun, sebelum keputusan ini diumumkan, Kepala Dinas Perhubungan Manggarai Barat, Adrianus Gunawan, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam sebuah pertemuan di kantor Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo.
Sosialisasi ini bertujuan agar warga dan pengguna jalan memahami dampak penutupan serta aturan baru yang harus dipatuhi selama proses perbaikan berlangsung.
Dinas Perhubungan Kabupaten Manggarai Barat juga telah menyiapkan peta pengalihan arus lalu lintas, sebagai panduan bagi pengguna jalan.
Berdasarkan papan proyek, perbaikan alinyemen jalan akses Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu ini merupakan proyek yang dikerjakan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nusa Tenggara Timur.
Proyek ini dilaksanakan oleh PT. Brantas Abipraya – PT. WIN Alam Abdi KSO sebagai penyedia jasa, dengan pengawasan dari PT. Gunung Giri Engineering Consultant KSO sebagai konsultan pengawas.

Sumber dana proyek ini berasal dari APBN Tahun Anggaran 2024–2025, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan keselamatan transportasi di wilayah tersebut.
Bagi pengendara, pastikan untuk mengikuti rambu-rambu yang ada dan gunakan jalur alternatif yang disediakan. Bersiaplah menghadapi perubahan rute selama tiga bulan ke depan. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










