Manggarai Timur, GBRNews.id- Jembatan Pina Rangkat yang menjadi akses utama penghubung Desa Bea Ngencung menuju Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, sekaligus jalur ke Iteng, Satar Mese, lumpuh total setelah diguyur hujan deras dua hari berturut-turut. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang terpaksa diliburkan selama tiga hari.
Kepala Desa Bea Ngencung, Evaristus Indrano, mengatakan arus sungai yang deras membuat jembatan tak bisa dilalui kendaraan bermotor. “Jembatan Pina Rangkat ini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor setelah hujan deras. Anak-anak pun tidak bisa sekolah karena akses ke Desa Lidi terputus,” kata Evaristus kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).
Evaristus menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter dan dibangun oleh Dinas PUPR Manggarai Timur. Namun, konstruksinya kini tak lagi memadai untuk menahan derasnya arus air sungai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, solusi terbaik bukan lagi sekadar perbaikan sementara, melainkan pembangunan jembatan permanen. “Kalau ada jembatan permanen, masyarakat tak perlu lagi membayar orang untuk angkut motor setiap kali menyeberang. Itu lebih menjawab kebutuhan jangka panjang,” tegasnya.
Evaristus menambahkan, jika permasalahan ini tidak segera diatasi, pungutan jasa angkut motor yang dulu sempat marak bisa kembali terjadi. “Ini darurat, makanya kami minta pemerintah kabupaten serius menindaklanjuti,” ujarnya.
Ia menekankan, keberadaan jembatan permanen di Pina Rangkat sangat penting bagi masyarakat, baik di Kecamatan Rana Mese maupun jalur menuju Iteng, Satar Mese. “Kalau jembatan ada, mobilitas lancar, ekonomi warga pun ikut bergerak,” pungkasnya. (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










