Akses Bea Ngencung-Lidi Lumpuh, Jembatan Pina Rangkat Tak Bisa Dilalui

- Redaksi

Rabu, 10 September 2025 - 15:50 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa warga setempat sedang memantau Jembatan Pina Rangkat lumpuh total setelah diguyur hujan deras. (Foto:ist)

Beberapa warga setempat sedang memantau Jembatan Pina Rangkat lumpuh total setelah diguyur hujan deras. (Foto:ist)

Manggarai Timur, GBRNews.id- Jembatan Pina Rangkat yang menjadi akses utama penghubung Desa Bea Ngencung menuju Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, sekaligus jalur ke Iteng, Satar Mese, lumpuh total setelah diguyur hujan deras dua hari berturut-turut. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang terpaksa diliburkan selama tiga hari.

Kepala Desa Bea Ngencung, Evaristus Indrano, mengatakan arus sungai yang deras membuat jembatan tak bisa dilalui kendaraan bermotor. “Jembatan Pina Rangkat ini tidak bisa dilalui kendaraan bermotor setelah hujan deras. Anak-anak pun tidak bisa sekolah karena akses ke Desa Lidi terputus,” kata Evaristus kepada wartawan, Rabu (10/9/2025).

Evaristus menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 20 meter dan dibangun oleh Dinas PUPR Manggarai Timur. Namun, konstruksinya kini tak lagi memadai untuk menahan derasnya arus air sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, solusi terbaik bukan lagi sekadar perbaikan sementara, melainkan pembangunan jembatan permanen. “Kalau ada jembatan permanen, masyarakat tak perlu lagi membayar orang untuk angkut motor setiap kali menyeberang. Itu lebih menjawab kebutuhan jangka panjang,” tegasnya.

Evaristus menambahkan, jika permasalahan ini tidak segera diatasi, pungutan jasa angkut motor yang dulu sempat marak bisa kembali terjadi. “Ini darurat, makanya kami minta pemerintah kabupaten serius menindaklanjuti,” ujarnya.

Ia menekankan, keberadaan jembatan permanen di Pina Rangkat sangat penting bagi masyarakat, baik di Kecamatan Rana Mese maupun jalur menuju Iteng, Satar Mese. “Kalau jembatan ada, mobilitas lancar, ekonomi warga pun ikut bergerak,” pungkasnya. (*)

 

Penulis : Nardin Lonnista

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru