Protes Kalah Pilkada: Pendukung Mario-Richard Adakan Ritual, Rusuh hingga Miras

- Redaksi

Jumat, 13 Desember 2024 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Manggarai Barat kembali menjadi pusat perhatian setelah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Christo Mario Y. Pranda dan Richardus Tata Sontani (Mario-Richard), berlangsung penuh kontroversi pada Kamis (12/12/2024).

Demonstrasi yang diwarnai berbagai aksi ekstrem itu tak hanya menjadi sorotan lokal, tetapi juga memicu perbincangan luas di media sosial.

Para demonstran melakukan berbagai aksi, mulai dari membakar ban, memanjat pagar, hingga melakukan ritual “Mbele Manuk Miteng” (penyembelihan ayam hitam) yang dilaksanakan sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan kecurangan dalam Pilkada Manggarai Barat, turut menambah intensitas ketegangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya itu, para demonstran membawa tanah dari kuburan yang diklaim sebagai bukti keterlibatan orang yang sudah meninggal dalam pemilu. Tanah tersebut disiramkan di depan gerbang kantor KPU Manggarai Barat, tempat Ketua KPU, Ferdiano Sutarto Parman, bersama anggota komisioner lainnya berdiri.

Namun, yang paling mencolok adalah perilaku tak lazim lainnya yang terjadi di tengah kerumunan massa. Beberapa demonstran terlihat melemparkan air minum dan telur busuk ke arah Ketua KPU Manggarai Barat, sebuah tindakan yang jelas mencederai etika politik dan merusak citra demokrasi.

Ditambah lagi, sejumlah orang tampak menikmati minuman keras tradisional jenis Sopi, di tengah keramaian. Botol-botol sopi dan gelas kecil menyerupai sloki beredar di antara massa, sebuah pemandangan yang semakin memperburuk suasana.

Tindakan tersebut menambah panjang daftar kekacauan yang terjadi selama demonstrasi. Banyak masyarakat yang merasa geram melihat aksi tersebut, yang dianggap telah merusak citra demokrasi dan tata tertib publik.

“Bukannya fokus menyampaikan aspirasi dengan damai, sebagian massa malah terkesan menjadikan demonstrasi ini sebagai ajang pesta,” ujar seorang pengguna jalan yang terjebak macet akibat aksi tersebut.

Hal serupa disampaikan oleh seorang pemilik warung di dekat lokasi aksi. “Tadi ada salah satu orang yang ikut demo datang makan disini dalam keadaan mabuk. Selesai makan ia muntah tak karuan depan warung. Kesel sih, mau gimana lagi,” keluhnya dengan nada marah.

Selain konsumsi miras, aksi pembakaran ban di tengah jalan dan ritual tolak bala turut menjadi momen yang viral di media sosial. Ritual ini dianggap mencampuradukkan budaya lokal dengan politik praktis, sehingga menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.

Sementara itu, insiden pelemparan telur busuk ke Ketua KPU juga menimbulkan reaksi keras. Banyak pihak menilai tindakan tersebut tidak hanya merusak etika, tetapi juga mencederai semangat demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi.

Pihak kepolisian juga turun tangan untuk meredakan situasi. Aparat berhasil mengendalikan kerumunan dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam tindakan anarkis selama demonstrasi berlangsung.

Masyarakat pun menyerukan pentingnya kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Kita berharap aksi seperti ini tidak mencoreng semangat demokrasi yang sehat. Kritik itu wajar, tapi harus disampaikan dengan cara yang bermartabat. Semua tahapan pemilu sudah dilakukan dan masalah ini sudah dibawa ke MK. Jadi, turun ke jalan begini mau ngapain? Ingat, ini kota pariwisata. Banyak yang kita jaga di sini,” ujar Marsel, salah satu warga Kota Labuan Bajo. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru