Labuan Bajo, GBRNews.id –Panggung politik Manggarai Barat semakin memanas dengan langkah mengejutkan yang diambil oleh Wakil Ketua 1 DPD Partai Perindo Manggarai Barat, Ladis Jeharun.
Setelah mengumumkan pengunduran diri dari dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 1, Christo Mario Y Pranda dan Richardus Tata Sontani (Mario-Richard) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Manggarai Barat 2024-2029, Ladis membuat gebrakan baru dengan resmi menyatakan dukungannya beralih ke pasangan Edi-Weng (Paslon nomor urut 2).
Kabar ini sontak mengguncang peta politik lokal, terutama karena Ladis dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh yang sebelumnya menjadi motor penggerak dukungan bagi pasangan Mario-Richard
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan dramatis ini menimbulkan banyak spekulasi terkait alasan di balik pembelotannya dan dampaknya terhadap hasil Pilkada yang semakin dekat.
Pengunduran Resmi
Dalam surat pengunduran diri yang dirilis pada Senin, 14 Oktober 2024, Ladis menyatakan bahwa keputusan ini dibuat setelah mempertimbangkan dengan matang berbagai dinamika yang berkembang.
Namun, ia tidak membeberkan secara detail alasan spesifik di balik pengunduran dirinya. Hal ini semakin memicu spekulasi mengenai kondisi internal politik yang mungkin memengaruhi langkahnya.
“Ini adalah keputusan terbaik bagi diri saya pribadi dan demi kepentingan bersama,” ujar Ladis dalam pernyataannya yang diterima Gbrnews.id, Selasa (15/10) pagi.

Ia menegaskan bahwa langkah ini diambil tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.
Meski menyatakan mundur, Ladis tak lupa mengucapkan terima kasih atas pengalaman yang diperolehnya selama mendukung Paket Anak Momang (Mario-Richard).
Ia berharap pasangan tersebut tetap berjuang mewujudkan visi dan misinya untuk masyarakat Manggarai Barat, seraya mengakhiri suratnya dengan harapan yang besar.
Dampak Pengunduran Diri Ladis Jeharun
Pengunduran diri Ladis Jeharun ini jelas mengundang banyak pertanyaan dan spekulasi. Mengingat posisinya yang sangat penting di Partai Perindo Manggarai Barat, langkahnya bisa mengubah peta dukungan politik dalam Pilkada 2024.
Selain itu, keputusan Ladis mundur menimbulkan teka-teki besar terkait nasib pasangan Mario-Richard yang sebelumnya dianggap kuat dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ladis.
Di sisi lain, pasangan Edi-Weng mendapatkan momentum yang tak terduga. Ladis bergabung ke kubu mereka, kekuatan politik Edi-Weng jelas mendapat dorongan signifikan, yang dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kemampuan mereka dalam memenangkan Pilkada.
Reaksi Politik dan Publik
Sejauh ini, pasangan Mario-Richard belum memberikan pernyataan resmi terkait pengunduran diri Ladis. Namun, berbagai spekulasi di kalangan masyarakat dan pengamat politik terus berkembang.
Banyak yang menduga ada gejolak politik yang terjadi di belakang layar, namun sebagian lainnya percaya bahwa ini adalah manuver strategis yang belum sepenuhnya terungkap.**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










