Labuan Bajo, GBRNews.id –Gelombang dukungan untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Barat, Christo Mario Y. Pranda dan Richardus Tata Sontani (Mario-Richard) nomor urut satu, semakin kuat di poros selatan menjelang Pilkada serentak yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
Pasangan Mario-Richard, yang dikenal dengan sebutan “Anak Momang”, kini menjadi simbol harapan baru dan perubahan yang sangat dinantikan masyarakat.
Poros Selatan: Pusat Gelombang Perubahan
Kunjungan tatap muka Mario-Richard ke berbagai desa di Kecamatan Komodo pada Sabtu, 28 September 2024, disambut dengan antusiasme yang luar biasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Translok, Mbrata, Bancang, Nalis, dan Lambur menjadi titik-titik strategis yang mencerminkan bagaimana gelombang dukungan dari masyarakat poros selatan telah menjadi kekuatan besar yang terus bergema.
Semangat yang berkobar, mereka sepakat, saatnya ganti Bupati! Dukungan kepada Mario-Richard bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah pernyataan bahwa mereka ingin sesuatu yang baru, lebih baik, lebih responsif dan lebih dekat dengan kebutuhan rakyat.
“Sudah saatnya kita ganti Bupati! Mario-Richard adalah pilihan yang tepat. Pemimpin sekarang sudah cukup, sekarang saatnya anak muda yang maju untuk membawa Mabar ke arah yang lebih baik,” tegas Hardin, seorang warga saat acara adat Wuat Wa’i di Translok pada Sabtu (28/9).
Wuat Wa’i: Simbol Dukungan dan Harapan Baru
Masyarakat Translok tak sekadar mendukung dengan kata-kata. Sebagai bukti nyata, mereka menggelar upacara adat Wuat Wa’i, sebuah tradisi perutusan, untuk Mario-Richard.
Menariknya, semua biaya dikeluarkan secara sukarela oleh masyarakat. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan dari keyakinan mereka yang mendalam.
“Mario-Richard ini anak kami. Maka kami buat acara adat wuat wa’i. Kami sebagai orang tua ya kami siap anggaran sendiri. Mario – Richard ini anak momang kami, anak momang kita semua. Kita semua layak suport anak momang ini,” ungkap Hardin.
Perjuangan di Tengah Hujan: Simbol Ketulusan Pemimpin
Dukungan tak kalah hangat juga datang dari masyarakat Bancang, yang tak segan menunjukkan bagaimana mereka melihat Mario dan Richard sebagai pemimpin yang dekat dan peduli dengan rakyatnya.
Dion, warga Bancang, menceritakan kisah heroik paslon Mario-Richard datang ke desanya di tengah hujan lebat. Mereka menemui masyarakat di tengah hujan lebat menyentuh hati banyak orang.
“Kami yang datang ke pak Mario dan pak Richard agar datang ke Bancang. Dan Anak Momang ini datang malam malam dengan jalan kaki sementara hujan lebat. Ini tipe pemimpin yang cocoklah. Jiwa anak muda dari anak momang ini sangat responsif,” katanya.
Gelombang Perubahan yang Tak Terbendung
Poros selatan kini menjadi pusat kekuatan bagi Mario-Richard. Dukungan dari poros selatan kini menjelma menjadi gelombang perubahan yang kuat, melintasi setiap sudut kampung, menginspirasi masyarakat untuk bersatu.
Di mata mereka, Pilkada Mabar 2024 bukan sekadar memilih pemimpin, tapi adalah pertaruhan masa depan Manggarai Barat.
Mario-Richard dianggap sebagai simbol harapan baru, pemimpin muda yang energik, siap membawa Mabar menuju masa depan yang lebih cerah dan adil. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










