LABUAN BAJO, GBRNews.id – Kiper Romi tampil sebagai pahlawan Black Crown setelah menggagalkan sejumlah eksekusi penalti Kobar FC dalam lanjutan babak 16 besar Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.
Bermain selama 120 menit tanpa gol, Black Crown akhirnya menyingkirkan Kobar FC melalui adu penalti dengan skor 3-1 di Stadion Komodo, Labuan Bajo, Selasa (1/9/2026).
Pertandingan yang dijadwalkan kick-off pukul 14.00 WITA sempat mengalami keterlambatan. Hingga sekitar pukul 14.40 WITA, kedua tim masih melakukan persiapan sebelum laga dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kobar FC tampil dengan kostum putih, sementara Black Crown mengenakan kostum hitam berlist kuning. Pertandingan dipimpin wasit utama Hans.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung bermain agresif. Black Crown terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola dan beberapa kali mengancam pertahanan Kobar FC.
Kapten Black Crown, Rian Reme (10), menjadi salah satu pemain yang paling aktif menciptakan peluang. Sejumlah tembakan jarak jauh dilepaskannya, tetapi belum mampu mengubah kedudukan.
Kobar FC bukan tanpa perlawanan. Mengandalkan serangan cepat melalui sektor sayap, mereka beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Black Crown. Namun, peluang yang diperoleh belum berbuah gol.
Hingga turun minum, kedudukan masih 0-0.
Memasuki babak kedua, Black Crown semakin meningkatkan tekanan. Serangan melalui sektor sayap menjadi andalan untuk membongkar pertahanan Kobar FC.
Peluang demi peluang tercipta. Bahkan, tendangan bebas Black Crown dari depan garis 16 meter yang dieksekusi Rian Reme mengarah deras ke gawang, tetapi bola hanya membentur mistar.
Rian Reme (10) kembali memperoleh sejumlah peluang, namun penyelesaiannya masih belum menemui sasaran. Beberapa tendangan melebar dan tipis di atas mistar gawang.
Kobar FC kemudian merespons dengan serangan balik cepat. Lini belakang Black Crown beberapa kali dipaksa bekerja keras, tetapi hingga waktu normal berakhir tidak ada gol yang tercipta.
Skor 0-0 bertahan hingga full time dan laga berlanjut ke extra time.
120 Menit Tetap Buntu
Pada babak tambahan, pertandingan berlangsung semakin ketat. Kobar FC sempat menciptakan peluang berbahaya melalui sontekan keras yang berhasil ditepis kiper Black Crown dan menghasilkan tendangan pojok.
Kobar FC kemudian tampil menekan dan sempat menguasai permainan. Namun, Black Crown juga beberapa kali mengancam melalui serangan balik.
Di sisi lain, kiper Kobar FC turut menunjukkan penampilan gemilang. Salah satunya ketika ia menggagalkan sontekan keras dalam situasi kemelut di depan gawang.
Hingga extra time babak pertama berakhir, skor tetap 0-0.
Memasuki extra time babak kedua, Black Crown kembali tampil dominan. Namun, sejumlah peluang belum mampu diselesaikan menjadi gol.
Peluit panjang akhirnya dibunyikan setelah 120 menit pertandingan tanpa gol.
Pemenang pun harus ditentukan melalui adu penalti.
Kobar FC mendapat kesempatan menjadi penendang pertama. Putra Hurek (4) berhasil menjalankan tugasnya dan membawa Kobar unggul sementara.
Namun, setelah itu, Kiper Romi mulai menunjukkan kepahlawanannya.
Eksekusi Deni Seran (20) berhasil ditepis Romi. Tidak berhenti di sana, Romi kembali menggagalkan tendangan Dandi (22).
Pemain Kobar berikutnya, Ifan (14), juga gagal setelah eksekusinya kembali mampu dibaca dan ditepis Romi. Sementara tendangan terakhir Cesar (27) melambung tinggi di atas mistar.
Dari kubu Black Crown, Rian Reme (10) sukses mengeksekusi penalti pertama. Sambo (15) juga berhasil mencetak gol.
Black Crown sempat gagal melalui Rian Bere (2) yang tendangannya melambung di atas mistar. Namun, Black Crown tetap mampu mempertahankan keunggulan.
Setelah rangkaian eksekusi selesai, Black Crown menang 3-1 atas Kobar FC melalui adu penalti.

Kemenangan tersebut memastikan Black Crown melaju ke babak 8 besar Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026.
Sementara bagi Kobar FC, perjuangan mereka harus berakhir setelah bertarung selama 120 menit.
Di sisi lain, Romi menjadi nama yang paling disorot setelah tampil gemilang di bawah mistar dan menjadi penentu kemenangan Black Crown dari titik putih. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










