Labuan Bajo, GBRNews.id –Ketua DPRD Sementara Manggarai Barat, Yopi Widiyanti, terkejut ketika namanya dikaitkan dengan kontroversi yang muncul dari bocornya percakapan grup WhatsApp “Warung Kopi EW”.
Isu ini melibatkan sejumlah ASN di lingkup Pemkab Manggarai Barat yang diduga memberikan dukungan kepada pasangan incumbent, Edi-Weng demi memperoleh jabatan strategis.
Nama Yopi dikaitkan dengan salah satu ASN, Vincen Ndandu, diduga secara terang-terangan mendukungnya pada pemilihan legislatif sebelumnya, hingga berhasil menduduki posisi penting sebagai Kabid di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Vincen diketahui aktif memenangkan Yopi, yang merupakan calon legislatif dari Partai NasDem, di wilayah kampung halamannya, Nggolo, Kecamatan Welak.
Menanggapi isu ini, Yopi Widiyanti dengan tegas membantah segala tuduhan. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki kaitan apapun dengan isu yang melibatkan ASN tersebut.
“Saya tidak ada kaitan dengan nama itu”, tegas Yopi kepada Gbrnews.id, Minggu (22/9) pagi.
Yopi juga memperjelas bahwa Vincen Ndandu tidak terlibat dalam upayanya memenangkan pemilihan legislatif pada 14 Februari 2024 lalu.
Ia menantang pihak yang menyebarkan isu ini untuk memeriksa hasil suara dan struktur timnya di daerah tersebut.
” Coba cek baik perolehan suara dan tim saya di sana. Tim saya di Nggolo hanya orang biasa”, ungkap Yopi.
Di tengah derasnya isu yang beredar, klarifikasi dari Yopi Widiyanti ini menambah babak baru dalam drama politik di Manggarai Barat.
Diberitakan sebelumnya, Salah satu ASN yang disebut-sebut dalam percakapan itu adalah Vincen Ndandu. Ia diketahui secara terang-terangan menyuarakan dukungannya melalui grup tersebut.
“Menjadi pemimpin bukan hanya anak Dalu atau anak pejabat. Anak petani, bisa jadi pemimpin. EDI WENG LANJUTKAN!!!” tulis Vincen Ndandu dalam salah satu percakapan yang viral di kalangan netizen.
Tidak hanya sebatas memberikan dukungan verbal, Vincen juga aktif membagikan informasi terkait kegiatan kampanye pasangan Edi-Weng.
“Titik hari ini di Nggolo-Terang dan Hento… menghantarkan Edi Weng 2 periode,” tulisnya sembari melampirkan foto-foto kegiatan safari politik Bapaslon tersebut.
Saat dihubungi oleh awak media, Vincen mengaku bahwa pesan tersebut bukan berasal dari dirinya secara langsung.
“Tulisan itu saya dapat dari teman saya John Mance, saya tidak punya tulisan. Saya hanya share,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Ia juga menjelaskan bahwa beberapa konten yang ia bagikan diperolehnya dari grup tim Golo Sepang, di mana dirinya secara kebetulan ikut serta dalam percakapan grup tersebut.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut tentang keberadaan grup WhatsApp Warung Kopi EW yang menjadi titik awal penyebaran dukungan politik tersebut, Vincen enggan memberikan informasi lebih lanjut dan malah mengarahkan wartawan untuk bertanya langsung kepada admin grup.
“Mungkin tanya di adminnya, Pak Fian,” ucapnya menutup percakapan, seakan tidak ingin terlibat lebih jauh dalam polemik yang sedang berkembang.
Meski begitu, isu ini semakin mengguncang masyarakat Manggarai Barat. Menurut sumber terpercaya, Vincen Ndandu memperoleh jabatannya sebagai Kabid di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) setelah sebelumnya terlibat dalam memenangkan seorang tokoh politik lokal di kampung halamannya.
“Vincen jadi Kabid setelah berhasil menangkan ibu Yopi Widiyanti dari NasDem di kampungnya, Nggolo di Welak sana,” ungkap sumber tersebut.
Lebih lanjut, sumber itu juga menyebutkan bahwa Yohanes Mance, rekan Vincen, merupakan pegawai Depag Mabar yang juga terlibat dalam upaya memenangkan pasangan Edi-Weng, dengan iming-iming jabatan di pemerintahan jika pasangan tersebut kembali menang.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pius Baut, menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam.
“Kami akan minta klarifikasi dari yang bersangkutan. Yang jelas ASN dituntut untuk menjaga netralitas,” tegas Pius kepada Gbrnews. id, Sabtu (21/9) malam.
Ia memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap ASN yang terbukti melanggar kode etik netralitas dalam Pilkada.
Hingga berita ini diterbitkan, beberapa pihak masih dalam proses konfirmasi untuk melengkapi informasi terkait dugaan keterlibatan ASN dalam mendukung salah satu pasangan calon.**
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










