LABUAN BAJO, GBRNews.id – Cuaca ekstrem melanda kota wisata Labuan Bajo sejak dini hari, Senin (9/3/2026). Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi sejak pukul 05.00 Wita hingga sekitar 18.00 Wita menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air, becek, dan dipenuhi sampah.
Pantauan media ini pada sore hari menunjukkan genangan cukup parah terjadi di sekitar lampu merah Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo. Air menggenang hingga sekitar 40 sentimeter dan membuat arus lalu lintas tersendat.
Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat terlihat nekat menerobos genangan tersebut. Bahkan, beberapa pengendara sepeda motor memilih naik ke trotoar untuk menghindari genangan air yang cukup dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Genangan tersebut diduga kuat akibat saluran drainase yang tersumbat sehingga air hujan tidak mengalir dengan baik.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa titik lain di dalam kota, termasuk di ruas Jalan Soekarno-Hatta Labuan Bajo yang tampak becek dan dipenuhi sampah yang terbawa arus air hujan.

Tidak hanya genangan air, cuaca buruk pada pagi hari juga memicu peristiwa yang lebih mengkhawatirkan. Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang wilayah Dusun Lenteng dan Dusun Compang, Desa Golo Mori, sekitar pukul 06.30 Wita.
Angin kencang tersebut mengakibatkan sedikitnya tujuh unit rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Lebih memprihatinkan lagi, bangunan SDI Ra’ong rusak total akibat sapuan angin puting beliung. Sekolah yang sebagian besar bangunannya terbuat dari papan kayu itu roboh dan hancur hingga rata dengan tanah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, angin puting beliung melanda wilayah tersebut sejak sekitar pukul 06.00 Wita hingga pukul 08.00 Wita.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, meski kerugian material diperkirakan cukup besar.
Hingga pukul 18.00 Wita, hujan gerimis disertai angin masih melanda Labuan Bajo hingga wilayah Merombok, Nggorang, dan Dalong (Menggoda). **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










