Prabowo Dukung NTT–NTB Tuan Rumah PON 2028, Tanpa Bangun Venue Olahraga Baru

- Redaksi

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, GBRNews.id – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Namun, demi efisiensi dan pengendalian anggaran, sejumlah cabang olahraga (cabor) dengan kebutuhan biaya besar akan digelar di Jakarta.

Kepastian tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena usai pertemuannya bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya dan Pak Gubernur NTB sudah menyampaikan kepada Pak Presiden terkait kesiapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON,” ujar Laka Lena kepada awak media di Kantor Gubernur NTT, Selasa (13/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan itu, pemerintah pusat menyatakan dukungan penuh terhadap NTT–NTB sebagai tuan rumah. Namun, Presiden Prabowo memberikan catatan penting agar penyelenggaraan PON dilakukan secara efektif, efisien, dan tanpa pemborosan anggaran negara.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT dan NTB bersepakat tidak membangun venue olahraga baru. Seluruh pertandingan akan memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.

“Untuk cabang olahraga yang membutuhkan biaya sangat besar, pelaksanaannya akan dilakukan di Jakarta,” jelas Laka Lena.

Ia menambahkan, teknis penyelenggaraan PON 2028, termasuk konsep pesta pembukaan, akan dibahas lebih lanjut bersama Gubernur NTB. Pembahasan tersebut juga akan melibatkan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelum dilaporkan kembali kepada Presiden.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengungkapkan bahwa NTT direncanakan menjadi tuan rumah bagi 22 cabang olahraga. Pemilihan cabor akan difokuskan pada potensi prestasi dan peluang perolehan medali, khususnya cabang olahraga bela diri yang selama ini menjadi kekuatan NTT.

“Cabang bela diri menjadi andalan kita karena selama ini merupakan cabang unggulan NTT yang berpotensi besar menyumbangkan medali,” kata Johni.

Johni menegaskan, penyelenggaraan PON 2028 harus memenuhi empat indikator utama, yakni sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Empat hal ini harus menjadi perhatian bersama dan wajib kami capai demi kesuksesan PON 2028 di NTT dan NTB,” tegasnya. ***

Penulis : Sarifudin

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru