LABUAN BAJO, GBRNews.id – Ratusan anak-anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) memadati Stadion Ora Flobamora, Labuan Bajo, Sabtu (29/11/2025) pagi. Mereka bersemangat mengikuti Grassroots Football Festival yang digelar PSSI sebagai bagian dari program pembinaan bakat muda di NTT.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekjen PSSI Pusat Yunus Nusi, Ketua PSSI NTT Chris Mboeik, Ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu, serta pelatih profesional sekaligus mantan kiper Timnas Indonesia Markus Haris Maulana (Markus Horison) bersama sejumlah pelatih asal NTT.
Yunus Nusi menjelaskan bahwa program pembinaan usia dini ini menyasar sedikitnya 150 anak dari Pulau Flores. Mereka mendapatkan materi pelatihan intensif dari 20 pelatih profesional, termasuk pelatih-pelatih dari PSSI pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungannya, Yunus juga menyoroti kondisi fasilitas sepak bola di Labuan Bajo. Menurutnya, kualitas pemain sangat ditentukan oleh kualitas lapangan tempat mereka berlatih.
“Pemain hebat muncul dari lapangan yang bagus. Kami berharap Pemerintah Provinsi NTT dan Pemda Manggarai Barat dapat membangun stadion mini berstandar nasional dengan rumput berkualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran fasilitas yang layak akan membuka peluang lebih besar bagi Labuan Bajo menjadi tuan rumah berbagai laga profesional.
“Dengan potensi pariwisata dunia yang dimiliki Labuan Bajo, akan sangat menarik jika klub Liga 4, Liga 3, bahkan Liga 2 bisa datang bermain di sini,” ujarnya.
Pantauan media ini, ratusan anak terlihat gembira mengikuti berbagai sesi pelatihan. Para pelatih pun menunjukkan antusiasme yang sama dalam memberikan ilmu dasar sepak bola.
Markus Haris Maulana berharap kegiatan ini menjadi pijakan penting bagi para bibit muda Flores.
“Semoga anak-anak bisa menyerap ilmu dan suatu saat menjadi pemain profesional yang mampu memperkuat Timnas Indonesia,” ucapnya.
Markus juga mendorong Askab PSSI Manggarai Barat untuk membuat kalender pembinaan yang lebih terstruktur.
“Sebaiknya ada turnamen atau festival sebulan sekali atau dua kali, termasuk coaching clinic. Ini penting agar anak-anak tidak tertinggal ilmu dibanding daerah lain,” sarannya.

“Saya berharap semua stakeholder bergotong royong membantu anak-anak, sehingga lahir pemain hebat yang mampu bersaing di level nasional,” tegas Markus. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










