LABUAN BAJO, GBRNews.id –Korban pengrusakan rumah di Kampung Wae Togo, Desa Watu Waja, Kecamatan Lembor Selatan, Manggarai Barat, resmi melapor ke Polres Manggarai Barat. Dalam laporan tersebut, para korban menyebut seorang pria bernama Raimundus Labut sebagai aktor yang hadir dan diduga memimpin kelompok massa yang merusak tiga rumah warga hingga rata tanah.
Laporan resmi bernomor LP/B/187/XI/2025/SPKT/Polres Manggarai Barat itu dibuat oleh tiga korban, yakni Pius Hadun (71), Raimundus Ronda (73), dan Ignasius Rangsung (55). Mereka datang dalam kondisi masih gemetar dan penuh ketakutan setelah rumah mereka diserang pada Sabtu, 15 November 2025.
Dalam laporan tersebut, ketiga korban menjelaskan bahwa sekitar 30 orang, yang diduga berasal dari Kampung Pela, menyerbu Jl. Watu Waja, RT/RW 001. Massa membawa alat tajam dan langsung menghancurkan tiga rumah tanpa ampun. Para korban mengaku tak berdaya dan hanya bisa menyelamatkan diri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami benar-benar takut. Mereka datang ramai-ramai sambil merusak rumah sampai rata tanah. Kami tidak berani melawan karena mereka banyak dan membawa alat tajam,” ungkap Pius usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Manggarai Barat, Senin malam (17/11/2025).
Rumah Pius yang sedang dibangun hancur total. Tumpukan kayu bangunan yang sekaligus menjadi tempat ia menyimpan uang tunai Rp16 juta ikut terbakar, membuat total kerugiannya mencapai Rp75 juta.
Rumah milik sepupunya, Raimundus Ronda, rusak parah pada rangka, dinding, dan atap, dengan estimasi kerugian mencapai Rp60 juta. Sementara rumah milik Ignasius Rangsung mengalami kerusakan pada dinding depan yang roboh, dengan kerugian ditaksir sekitar Rp30 juta.
Dalam laporan itu, nama Raimundus Labut tercatat sebagai terlapor karena diduga hadir bersama kelompok massa yang menghancurkan ketiga rumah tersebut. Pius mengatakan dirinya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
“Saya hanya ingin keadilan. Jangan sampai kejadian begini terulang lagi,” katanya lirih.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, para korban masih trauma dan berharap keadilan ditegakkan atas peristiwa yang menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah serta meninggalkan luka mendalam bagi keluarga mereka. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










