ASN PPPK Puskesmas di Matim Diduga Usir Ibu Tiri, Barang Dagangan Dibuang ke Luar Rumah

- Redaksi

Selasa, 15 Juli 2025 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang dagangan milik Kristina berserakan ke luar halaman rumah yang dibuang Irma Letong. (Foto: Screenshot Video/ GBRNews.id)

Barang dagangan milik Kristina berserakan ke luar halaman rumah yang dibuang Irma Letong. (Foto: Screenshot Video/ GBRNews.id)

Manggarai Timur, GBRNews.id-Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Puskesmas Runus, Irma Letong, diduga mengusir ibu tirinya, Kristina Wuleng, dari rumah dengan cara membuang semua barang dagangan korban ke luar dan mengunci pintu rumah dari dalam. Aksi ini terjadi di Desa Mosi Ngaran, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (15/7/2025) pagi.

Irma datang bersama suaminya dari Lando Nanga. Sesampainya di rumah yang selama ini ditinggali Kristina, Irma langsung mengeluarkan barang kios milik korban ke halaman depan. Pintu rumah kemudian dikunci rapat dari dalam, sementara Kristina tak bisa masuk ke rumahnya sendiri.

“Saudari saya sekarang tinggal di luar rumah, menumpang di rumah tetangga. Semua barang jualannya dibuang, dan pintu dikunci dari dalam,” ujar CN, saudara kandung Kristina Wuleng, kepada GBRNews.id.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CN menyebut pengusiran ini dilatarbelakangi anggapan Irma bahwa Kristina bukan lagi bagian dari keluarga sejak ayah kandung Irma, Bene Bolo, yang juga suami sah Kristina meninggal dunia dua tahun lalu. Padahal, kata CN, Kristina sah secara adat.

“Ia tidak mengakui lagi hubungan sebagai ibu tiri. Tapi secara adat, Kristina tetap istri sah almarhum Bene,” lanjut CN.

Aksi pengusiran ini terekam dalam sebuah video yang diterima redaksi. Dalam rekaman itu terlihat Irma melempar barang-barang ke luar rumah dan menutup pintu, sementara Kristina hanya bisa berdiri pasrah di luar.

Keluarga besar Kristina disebut tengah menahan diri agar tidak merespons secara emosional. Namun mereka tengah berkumpul untuk menyikapi tindakan Irma Letong yang dinilai sudah melampaui batas.

“Saya minta keluarga jangan bertindak anarkis. Tapi kami sedang mempertimbangkan langkah hukum atas kekerasan ini,” ujar CN.

GBRNews.id telah mencoba menghubungi Irma Letong melalui nomor telepon yang diperoleh dari CN, namun belum berhasil. CN menyatakan masih berupaya mencari kontak Irma untuk memberikan klarifikasi atas kejadian ini. (*)

Penulis : Nardin Lonnista

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru