Memalukan! Pemerintah Desa Nampar Tabang Kibarkan Bendera Negara Tanpa Warna Putih

- Redaksi

Sabtu, 12 Juli 2025 - 20:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manggarai Timur, GBRNews.id – Kantor Desa Nampar Tabang, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, menyuguhkan pemandangan yang memilukan. Meskipun bangunan ini berdiri tepat di pinggir jalan kabupaten ruas jalan Satar Teu – Benteng Jawa, jalan yang ramai dilintasi warga dan kendaraan umum, namun kondisinya justru memalukan.

Pantauan langsung media ini pada Sabtu, (12/2025) pagi, Bendera Merah Putih yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan dan kedaulatan negara dibiarkan compang-camping. Warna putihnya telah koyak dan hilang, hanya tersisa kain merah lusuh yang tergantung lemah di tiang. Pemandangan itu menjadi sorotan banyak warga yang melintas dan merasa prihatin.

Tak hanya soal bendera, kondisi fisik dan fungsi kantor desa juga jauh dari harapan. Halaman kantor dikelilingi semak-semak liar, bangunan tampak tidak terurus, dan nyaris tak terlihat aktivitas pelayanan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau masuk kantor itu tunggu ada bantuan raskin atau pencairan dana. Selain itu, kantor tutup terus,” ungkap salah seorang warga yang kesal dengan situasi tersebut yang namanya tidak mau disebutkan, Sabtu, (12/7/2025) pagi.

Kondisi lebih ironis terjadi ketika ada masyarakat atau tamu dari luar desa yang ingin mengurus administrasi atau dokumen resmi. Alih-alih dilayani di kantor desa, mereka justru diarahkan ke rumah pribadi kepala desa.

“Karena di kantor tidak ada satu pun staf yang nongol. Semua urusan akhirnya harus ke rumah kepala desa,” tambahnya.

Fenomena ini menuai kritik dari warga yang menilai kepala desa dan perangkatnya tak serius mengelola pemerintahan desa.

“Kantor desa ini bukan warung musiman. Seharusnya jadi tempat pelayanan rakyat setiap hari. Masa bendera negara saja tidak diganti, itu lambang kehormatan negara!” kata GF salah satu tokoh masyarakat kampung Weleng.

Keadaan ini menjadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan desa. Warga berharap pemerintah kecamatan dan kabupaten segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja perangkat Desa Nampar Tabang serta memulihkan wibawa dan fungsi kantor desa sebagaimana mestinya.

Camat Lambat Leda Utara, Agustinus Supratman, ketika dikonfirmasi media ini pada Sabtu, (12/7/2025) menjelaskan bahwa terkait Desa Nampar Tabang, sejauh ini secara administrasi semuanya normal.

Secara administrasi, semua berjalan normal. Laporan-laporan kegiatan dan kepemerintahan dari Desa Nampar Tabang ke kecamatan sejauh ini rutin dan tidak ada kendala,” ujar Camat Agustinus.

Namun demikian, ia mengakui belum sepenuhnya mengetahui kondisi harian di lapangan.

“Saya tidak tahu fakta yang terjadi di lapangan, karena pada saat saya sesekali berkantor ke desa itu, semuanya tampak normal, pak kades ada di kantor, semua perangkat desa juga lengkap ada,” ungkapnya.

Meski demikian, Camat Agustinus tidak menutup mata terhadap sejumlah temuan langsung yang menurutnya perlu segera dibenahi.

“Beberapa hal memang saya temukan tidak beres, seperti kondisi kebersihan kantor yang kurang terjaga, papan nama desa yang sudah roboh dan rusak, serta bendera Merah Putih di depan kantor yang sangat memprihatinkan karena sudah robek dan usang,” bebernya.

Sebagai tindak lanjut, ia mengaku telah memberi teguran langsung kepada pemerintah desa.

“Saya sudah tegur langsung dan minta agar dilakukan pembenahan segera.” tegas Agustinus

Di akhir pernyataannya, Camat Agustinus menegaskan bahwa persoalan ini akan menjadi catatan evaluasi internal.

“Saya ucap terimakasih kepada media ini atas koordsinasi kontrolingnya untuk desa Nampar Tabang, ini bentuk perhatian terhadap desa Nampar Tabang. secara internal, tentunya hal ini menjadi pehatian dan evaluasi saya untuk desa bersangkutan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nampar Tabang, Hilarius Teguh belum berhasil dikonfirmasi. Meskipun media ini telah berupaya menghubunginya namun pesan yang dikirim via WhatsApp pada Sabtu, (12/7) belum mendapat jawaban. **

Sumber : Okebajo.com

 

Penulis : Tim Redaksi

Sumber Berita : Okebajo

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru