Labuan Bajo, GBRNews.id –Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, membeberkan rencana besar yang akan mengubah wajah desa-desa di Nusa Tenggara Timur, khususnya Manggarai Barat. Dalam waktu dekat, bakal lahir “Desa Tomat, Desa Ayam Petelur hingga Desa Padi” sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
“Desa akan menjadi pelaku utama. Kami dorong agar muncul desa-desa tematik sesuai potensi masing-masing, mulai dari tomat, ayam, hingga padi,” kata Yandri dalam kunjungannya di Labuan Bajo, Sabtu siang (21/6/2025).
Program ini akan didorong lewat alokasi wajib 20 persen dari Dana Desa untuk sektor ketahanan pangan. Menurut Yandri, inilah cara strategis mengatasi kemiskinan dan mempercepat pemerataan ekonomi di wilayah tertinggal seperti NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Kementerian Desa juga mengandalkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Di Manggarai Barat, Yandri mengklaim pembentukan koperasi tersebut telah rampung 100 persen. Secara nasional, jumlahnya bahkan telah menembus target 80.000 unit.
“Targetnya tuntas sebelum 12 Juli atau akhir Juni 2025. Setelah legalitas lengkap, koperasi akan difokuskan untuk memperluas jaringan usaha masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi kemungkinan tumpang tindih peran antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Merah Putih, Yandri menegaskan tidak ada yang akan tergusur. BUMDes akan diarahkan ke bisnis berskala besar dan korporasi, sementara koperasi akan fokus pada sektor ritel dan pelayanan dasar, seperti agen elpiji, apotek, sembako, hingga simpan pinjam.
“Kami akan segera mengeluarkan surat edaran tentang pola kerja sama keduanya,” tambahnya.
Yandri juga memastikan NTT akan menjadi prioritas dalam berbagai kebijakan afirmatif kementerian. Termasuk penyaluran program yang didukung mitra seperti Bank Dunia, yang akan lebih banyak difokuskan ke Indonesia Timur guna mempercepat pembangunan.
Dalam kegiatan itu, turut hadir Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan, serta perwakilan dari World Bank, yang turut memberi perhatian terhadap upaya percepatan pembangunan berbasis desa di kawasan tertinggal.
Dengan konsep desa tematik dan koperasi berbasis komunitas, Yandri optimistis bahwa wajah Manggarai Barat dan wilayah-wilayah lain di NTT akan segera berubah: dari desa tertinggal menjadi desa tangguh dan mandiri. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










