Kupang, GBRNews.id- Kabupaten Manggarai Timur kembali mencatat prestasi dalam penanganan stunting. Dalam penilaian 8 Aksi Konvergensi Stunting tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tahun 2025, Manggarai Timur berhasil masuk dalam 10 besar kabupaten/kota terbaik.
Penilaian berlangsung pada 21–23 Mei 2025 di Hotel Harper, Kupang. Sebanyak 20 orang menjadi tim penilai, termasuk Wakil Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Vera Christina Asadoma, M.Sc.
Sepuluh daerah yang masuk dalam daftar terbaik adalah Manggarai Timur, Belu, Ende, Sabu Raijua, Flores Timur, Ngada, TTU, Rote Ndao, Nagekeo, dan Sumba Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim dari Kabupaten Manggarai Timur diwakili oleh Kepala Dinas P2KBP3A Jefrin Haryanto, Sekretaris Dinas Kesehatan Kristiani Agas, staf Lidia Sanggut, serta Kabid PPM Bappeda Maria Fridolina Nassa.
Jefrin, yang juga Sekretaris TPPS Manggarai Timur, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati, Sekda, pimpinan OPD, para camat, kepala desa, dan seluruh tim di lapangan. Penanganan stunting ini harus dikeroyok dengan kerja kolaborasi. Hasil ini menunjukkan kerja keras kita berdampak nyata,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Ia menambahkan, tahun ini Manggarai Timur lebih siap karena sejumlah perbaikan mendasar telah dilakukan.
“Terus terang tahun ini kita cukup percaya diri, karena perbaikan-perbaikan mendasar telah kita lakukan dengan serius dan telah kita benahi,” ungkapnya.
Sebagai catatan, tahun 2024 lalu Manggarai Timur berada di posisi kedua. Evaluasi berjenjang yang dilakukan sejak saat itu diharapkan bisa mendorong hasil yang lebih baik tahun ini.
Kepada panitia, Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, S.T., M.T., mengatakan bahwa setelah penetapan 10 besar hari ini, akan ada penilaian lanjutan melalui verifikasi lapangan untuk menentukan urutan juara. Pengumuman biasanya dilakukan dalam rapat koordinasi stunting yang dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-NTT. (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










