Jemput Program MBG, Kelompok Tani di Mbengan Buka Lahan Sayur, Tekan Ketergantungan dari Ngada

- Redaksi

Sabtu, 17 Mei 2025 - 10:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Tani Sehati Razong Koe saat membuka lahan baru untuk menanam sayur. (Foto: Nardin Lonnista/GBRNews.id)

Kelompok Tani Sehati Razong Koe saat membuka lahan baru untuk menanam sayur. (Foto: Nardin Lonnista/GBRNews.id)

Borong, GBRNews.id Kelompok Tani Sehati Razong Koe di Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, mulai membuka lahan baru untuk menanam sayur-sayuran sebagai langkah konkret menjemput program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang segera diluncurkan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini tak hanya ditargetkan untuk menyediakan pangan bergizi, tapi juga mendorong perputaran uang di desa serta menyerap tenaga kerja lokal.

Ketua Kelompok Tani Sehati Razong Koe, Renoldus Rangga, menyebut pembukaan lahan dilakukan oleh 16 anggota kelompok secara gotong royong. Langkah ini diambil karena selama ini sebagian besar pasokan sayuran di Matim berasal dari Kabupaten Ngada.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini kita tergantung pasokan sayur dari luar, khususnya dari Ngada. Kalau kita bisa produksi sendiri, uang berputar di wilayah sendiri,” kata Renoldus kepada GBRNews.id, Jumat (17/5/2025).

Menurut Renoldus, kelompoknya bergerak cepat setelah mendengar bahwa program MBG akan segera jalan di Manggarai Timur.

Ia menyebut MBG bukan hanya tentang makan gratis, tetapi peluang besar untuk membangun kemandirian pangan desa.

“Kami tidak tunggu-tunggu. Begitu tahu MBG akan diluncurkan, kami langsung ambil langkah. Buka lahan, tanam sayur, dan siapkan tenaga kerja. Ini cara kami menjawab tantangan ekonomi sekaligus menciptakan peluang baru,” ungkapnya.

Selain itu, Renol juga menyebutkan program MBG sangat tepat sasaran di tengah tekanan ekonomi warga saat ini.

“Kami melihat MBG ini sebagai solusi, tidak hanya untuk pangan gratis, tapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.

Kelompok Tani Sehati Razong Koe beranggotakan 16 orang. Dengan membuka lahan baru dan memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri, kelompok ini berharap mampu menjawab kebutuhan program MBG, sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga dan desa. (*)

 

Penulis : Nardin Lonnista

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru