Borong, GBRNews.id –Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur, bersama Kepala Dinas Sosial, Matias Mingga, menerima kunjungan kerja Wakil Duta Besar Irlandia, Eira McDermott dan Ketua Yayasan Ayo Indonesia, Tarsisius Hurmali. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wakil Bupati pada Selasa, 13 Mei 2025.
Kunjungan tersebut membahas input data penyandang disabilitas dari 176 desa/kelurahan di 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur. Yayasan Ayo Indonesia menjadi mitra utama dalam mendukung pendataan ini, yang juga didukung Kedutaan Besar Irlandia.
Eira McDermott menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendengar secara langsung bagaimana Pemerintah Manggarai Timur menjalankan kerja sama dengan Yayasan Ayo Indonesia, terutama dalam proyek dukungan data penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami datang untuk mendengar bagaimana kerja sama antara Pemerintah Manggarai Timur dan Yayasan Ayo Indonesia berjalan. Proyek ini kami dukung melalui Kedutaan Besar Irlandia, sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung kelompok disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ayo Indonesia, Tarsisius Hurmali, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Pemkab Manggarai Timur selama kurang lebih tiga tahun.
Ia menegaskan bahwa Ayo Indonesia tidak bekerja sendiri, melainkan bersama pemerintah daerah Manggarai Timur dalam pengumpulan data.
“Ayo Indonesia bekerja bersama Pemkab Manggarai Timur untuk mendukung pendataan penyandang disabilitas. Kami sangat senang terlibat dalam kunjungan ini, membahas kordinasi pendataan disabilitas,” kata Hurmali.
Wakil Bupati Manggarai Timur, Tarsisius Syukur, menyambut baik kunjungan dari Wakil Dubes Irlandia dan Yayasan Ayo Indonesia. Ia menyampaikan rasa bangganya karena isu disabilitas menjadi perhatian bersama.
“Kami merasa bangga dengan kehadiran perwakilan Irlandia dan Yayasan Ayo Indonesia untuk membicarakan soal disabilitas di Manggarai Timur, walaupun hari libur kami tetap berkumpul bersama beberapa dinas membahas disabilitas ini,” ujar Wabup.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas aplikasi yang dibuat oleh Yayasan Ayo Indonesia dalam mendukung pendataan disabilitas.

Dari 176 desa/kelurahan yang ada di Manggarai Timur, masih ada 22 desa/kelurahan yang belum terdata. Total sementara, terdapat 1.961 penyandang disabilitas yang telah teridentifikasi.
“Dengan data ini, kepala desa bisa langsung mengisi siapa saja warga yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga bisa segera dilakukan intervensi. Siapa yang peduli pada mereka? Kita semua, termasuk para donor dari Irlandia,” kata Tarsisius.
Pemerintah Manggarai Timur, lanjut dia, memiliki komitmen penuh untuk memberikan pelayanan kepada anak-anak dan warga penyandang disabilitas agar mereka Bahagia (*)
Penulis : Nardin Lonnista
Editor : Redaksi










