Bajawa, GBRNews.id –Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena, meluapkan kekecewaannya saat mendapati minimnya kehadiran kepala sekolah SMA dan SMK dalam pertemuan tatap muka di Aula SMAN 1 Bajawa, Kamis (10/4/2025).
Dari total kepala sekolah se-Kabupaten Ngada, yang hadir hanya 20 orang. Hal ini memicu kemarahan Gubernur Melki yang langsung mengancam akan mencopot kepala sekolah yang tidak hadir tanpa alasan jelas.
“Coba cek, ini kepala sekolah tidak sampai 30. Coba berdiri kepala sekolah,” ujarnya sambil menghitung satu per satu yang hadir, seperti dikutip dari Ekorantt.com, Sabtu (12/4/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur Melki pun langsung mengeluarkan peringatan keras. “Saya minta yang tidak hadir menghadap saya di rumah di Kupang hari Senin, setelah saya pulang,” tegasnya.
Tak hanya sampai di situ, Gubernur Melki mengeluarkan ultimatum keras: larangan menggunakan dana BOS untuk ke Kupang dan ancaman pencopotan jabatan bagi mereka yang tidak mampu memberikan alasan kuat.
“Saya minta tidak boleh pakai dana BOS. Pakai uang pribadi, saya mau dengar alasan apa mereka tidak hadir,” semburnya dengan nada tinggi.
Kemarahan gubernur bukan tanpa alasan. Ia datang jauh-jauh bersama rombongan ke Bajawa untuk membenahi pendidikan menengah—urusan strategis yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Namun, yang disambut justru absennya para pemimpin sekolah.
“Kita datang mau urus mereka malah mereka tidak hadir. Kalau yang begini-begini lebih baik copot,” ucapnya geram.

Bagi Gubernur Melki, ketidakhadiran ini adalah cermin buruk. Ia pun kembali menegaskan, membenahi pendidikan butuh komitmen penuh, bukan sekadar jabatan.
“Ini bukan soal hadir atau tidak hadir. Ini soal tanggung jawab. Kalau tidak siap, minggir,” tegasnya.
Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah (Korwas Dikmen) Kabupaten Ngada, Alfonsius Kolo, membenarkan bahwa hanya dua kepala sekolah yang memberikan izin secara resmi.
“Salah satunya dari SMA Citra Bakti. Sisanya tidak ada pemberitahuan,” ungkapnya. (*)
Penulis : Sarifudin
Editor : Redaksi










