Labuan Bajo, GBRNews.id –Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Barat resmi menetapkan Edistasius Endi dan Yulianus Weng sebagai bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2024.
Keputusan ini diumumkan dalam rapat pleno terbuka di Ballroom Zasgo Mart, Labuan Bajo, pada Kamis (6/2/2025) malam.
Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan KPU Kabupaten Manggarai Barat Nomor 5 Tahun 2025. Berdasarkan hasil Pilkada 2024, pasangan nomor urut 2, Edistasius Endi dan Yulianus Weng, meraih 73.872 suara atau 50,93% dari total suara sah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat nomor 2, Edistasius Endi dan Yulianus Weng, sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih periode 2025-2030,” ujar Ketua KPU Manggarai Barat, Ferdiano Sutarto Parman.
Ketidakhadiran Rival Politik Jadi Sorotan
Namun, penetapan ini diwarnai dengan ketidakhadiran pasangan Christo Mario Y. Pranda dan Richardus Tata Sontani.
Tak hanya itu, partai-partai pengusung mereka juga tidak hadir dalam acara tersebut. Hanya Partai Demokrat dan Partai Buruh yang tetap datang dan menerima salinan keputusan dari KPU.

Padahal, partai-partai seperti PAN, Golkar, Perindo, PKN, PSI, Gelora, dan Ummat sebelumnya menjadi barisan utama pendukung mereka.
Ketidakhadiran ini menimbulkan tanda tanya besar para undangan dan hadirin.
Di sisi lain, ketika giliran Edistasius Endi menerima dokumen hasil penetapan, ia didampingi oleh perwakilan tujuh partai pengusungnya. Namun, Wakil Bupati terpilih Yulianus Weng justru tidak tampak hadir dalam momen penting ini.
Rapat pleno ini juga dihadiri oleh Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang, Ketua DPRD Benediktus Nurdin, Sekda Hans Sodo, serta unsur Forkopimda lainnya.
Penetapan Edi-Weng sebagai pemenang Pilbup Manggarai Barat menandai dimulainya kepemimpinan baru untuk lima tahun ke depan.
Namun, absennya rival politik, Christo Mario Y. Pranda dan Richardus Tata Sontani, dalam momen krusial ini memunculkan spekulasi bahwa dinamika politik di daerah ini masih jauh dari selesai.
Ketidakhadiran dua calon tersebut dalam rapat pleno terbuka mendapat sorotan dan KPU Manggarai Barat akhirnya buka suara. Ketua KPU, Ano Parman, menegaskan bahwa undangan resmi sudah disampaikan kepada semua pihak terkait.
“Yang pokok, kami sudah undang. Soal ketidakhadiran mereka, silakan ditanyakan masing-masing kepada yang bersangkutan,” ujar Ano Parman kepada Gbrnews.id, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. (*)
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










