Labuan Bajo, GBRNews.id –Kepala Puskesmas Benteng, Valentinus Hibur, menunjukkan rasa prihatin mendalam setelah kebakaran yang menimpa rumah salah satu pegawainya, Rosmiati, di Kampung Lemes, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, pada Rabu (22/01/2025).
“Atas nama pribadi dan keluarga besar Puskesmas Benteng, kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga Ibu Rosmiati,” ungkap Kapus Valen saat dihubungi Gbrnews.id, Sabtu malam (25/01/2025).
Kapus Valen menjelaskan, dirinya pertama kali menerima kabar lisan dari Rosmiati yang memberitahukan bahwa rumahnya habis terbakar. Sejak peristiwa itu, Rosmiati tidak masuk kerja dan hal itu dipahami sepenuhnya oleh Kapus Valen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya menerima informasi langsung dari Ibu Ros tentang kebakaran rumahnya. Sejak kejadian itu, ia tidak masuk kerja dan kami sangat memahami situasi ini,” jelas Kapus Valen.
Sebagai pemimpin Puskesmas Benteng, Kapus Valen memberikan kebijakan khusus bagi Rosmiati, memberikan waktu yang tidak terbatas untuk memulihkan diri dan keluarga.
Kapus Valen juga memastikan bahwa seluruh jajaran Puskesmas Benteng bergerak untuk menggalang bantuan bagi keluarga korban kebakaran.
“Saat ini, kami sedang mengumpulkan bantuan untuk Ibu Rosmiati. Kami juga berencana untuk mengunjungi rumah beliau pada Kamis (30/01/2025) depan,” tambahnya.
Kapus Valen mengajak seluruh pihak untuk mendukung keluarga Rosmiati, serta menguatkan mereka untuk melalui masa sulit ini dengan tabah.
“Semoga keluarga Ibu Rosmiati diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini,” pungkas Kapus Valen.
Diberitakan sebelumnya, Rosmiati (31), putri Abdul Azis yang bekerja sebagai bidan di Puskesmas Benteng, menceritakan dengan pilu kehilangan yang dialaminya.
Saat kebakaran terjadi, ia baru saja selesai melaksanakan salat Asar dan sempat keluar rumah. Tak lama, kabar buruk itu sampai ke telinganya.

“Saat tiba di rumah, semuanya sudah habis terbakar. Api terlalu besar untuk dipadamkan, dan semua harta benda kami musnah,” kenang Rosmiati kepada Gbrnews.id, Kamis (23/1/2025).
Di balik musibah ini, Rosmiati kehilangan berbagai dokumen penting, termasuk KTP, Ijazah, SK SPMT PPPK, buku rekening, kartu BPJS, Surat Tanda Registrasi Bidan (STRB), Surat Izin Praktek Bidan (SIPB), serta harta berharga seperti gelang emas seberat 3 gram, dua cincin masing-masing 2 gram dan tabungan Rp20 juta yang ia kumpulkan sejak 2018.
“Hanya baju di badan yang tersisa,” katanya
Rosmiati, yang merupakan alumni SDI Macang Tanggar (2006), MTsN 2 Labuan Bajo (2009), MAN Labuan Bajo (2012), serta lulusan dari Yayasan Pendidikan Makassar (YAKMA) tahun 2016, kini tengah berjuang untuk mendapatkan kembali dokumen-dokumen yang telah hilang. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










