Warga Sumba di Bima NTB Diungsikan Dampak Pelecehan, Pengungsi Bertambah Jadi 183 Orang, Dinsos Buka Dapur Umum

- Redaksi

Jumat, 17 Januari 2025 - 19:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, GBRNews.id –Warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diungsikan ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini mencapai 183 jiwa. Sebelumnya, jumlah pengungsi hanya 103 orang.

“Dari tadi malam hingga pagi ini totalnya sebanyak 183 jiwa,” kata Kepala Dinsos Kabupaten Bima, Tajuddin, Kamis (16/1/2025).

Keputusan untuk mengungsikan warga Sumba ke Kantor Dinsos dilakukan berdasarkan kesepakatan lintas instansi, seperti Polsek, Koramil, Camat Woha, BPBD, dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Tujuannya untuk memudahkan pelayanan, penanganan, dan menjamin keamanan para pengungsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganannya melibatkan tim dari berbagai sektor. Keamanan mereka dijamin oleh aparat,” ujar Tajuddin.

Warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diungsikan ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini mencapai 183 jiwa. Sebelumnya, jumlah pengungsi hanya 103 orang. Foto ist. 

Pengungsi telah menerima bantuan makanan, peralatan mandi, obat-obatan, hingga pemeriksaan kesehatan melalui posko yang didirikan Dinkes.

Selain itu, Dinsos berencana mendirikan dapur lapangan umum untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Siang ini kami akan membangun dapur lapangan,” tambah Tajuddin.

Tajuddin menegaskan para pengungsi akan tetap berada di Kantor Dinsos hingga ada instruksi lebih lanjut. Mereka akan dipulangkan ke rumah masing-masing di sekitar Pasar Tente setelah situasi dianggap aman oleh aparat keamanan.

“Tidak ditentukan berapa lama mereka akan mengungsi di sini. Kami tunggu perintah dari aparat keamanan,” tegasnya.

Pengungsi telah menerima bantuan makanan, peralatan mandi, obat-obatan, hingga pemeriksaan kesehatan melalui posko yang didirikan Dinkes. Foto ist.

Diberitakan sebelumnya, Insiden ini bermula dari kerusuhan di Pasar Tente, Kecamatan Woha, Rabu (15/1/2025), yang dipicu dugaan pelecehan terhadap perempuan berinisial S (20), warga Desa Nisa. Pelaku pelecehan diduga seorang warga asal Sumba.

Akibatnya, emosi massa memuncak hingga menyebabkan enam sepeda motor dibakar dan tiga lainnya dirusak.

“Ada enam sepeda motor yang dibakar dan tiga unit lainnya dirusak,” ungkap Kapolsek Woha, AKP Sudirman. **

Penulis : Rino

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Detikbali.com

Berita Terkait

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan
Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan
PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace
PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0
Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol
PSSI Cup II Mabar: Monster Mbeliling Hajar Gladiator 4-0, Berto Cetak Hattrick
PSSI Cup II Manggarai Barat Butuh Rp375 Juta, Panitia Baru Kantongi 35 Persen
Berikut Jadwal Resmi Babak Penyisihan Grup PSSI Cup II Manggarai Barat 2026
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Krisna FC Tundukkan PS Menjaga 2-0, Crespo Hale Motor Serangan

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:00 WITA

Coach Kletus Gabhe Dorong PSSI Mabar Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:47 WITA

PSSI Cup II Mabar: Wae Sambi FC Bantai Sama Nggitan 4-0, Dwikie Jehaman Cetak Brace

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:01 WITA

PSSI Cup II Mabar: SMANDU FC Tak Berdaya, PSG Papa Garang Pesta Gol 5-0

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:55 WITA

Komodo United Bantai Mata Wae 13-1, Angga Asnandi Cetak 8 Gol

Berita Terbaru