Labuan Bajo, GBRNews.id –Kerusuhan hebat melanda Pasar Tente, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (15/1/2025).
Insiden ini memicu pembakaran enam sepeda motor, perusakan tiga unit lainnya dan pengungsian 103 warga asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kerusuhan dipicu oleh dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan berinisial S (20), warga Desa Nisa, Kecamatan Woha. Pelaku diduga seorang pendatang dari Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah insiden itu, massa mendatangi permukiman warga Sumba di sekitar Pasar Tente untuk mencari pelaku. Tidak menemukan yang dicari, mereka melampiaskan kemarahan dengan membakar kendaraan di lokasi.
“Ada enam sepeda motor yang dibakar dan tiga unit lainnya dirusak,” ujar Kapolsek Woha AKP Sudirman, seperti dikutip dari detikbali.com, Jum’at (17/1/2025).
Warga Sumba Dievakuasi
Akibat ketegangan tersebut, 103 warga Sumba, termasuk anak-anak dan perempuan, terpaksa dievakuasi untuk menghindari potensi serangan.
Langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan mereka dari ancaman kerusuhan lebih lanjut.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Bima, Isyrah, warga dievakuasi ke gedung Dinsos, tempat tenda pengungsian telah didirikan.
“Kami memindahkan mereka secara bertahap menggunakan kendaraan BPBD,” jelas Isyrah.

Dari data BPBD, warga Sumba yang diungsikan terdiri dari 71 orang dewasa (44 laki-laki, 27 perempuan) dan 33 anak-anak.
Saat ini, situasi di Pasar Tente telah kondusif. Aparat keamanan tetap berjaga untuk memastikan tidak ada serangan susulan. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










