Labuan Bajo, GBRNews.id –Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mencuat, kali ini menimpa Teresia Fian, istri dari Venseslaus Jumaidela, Kepala Desa Kombo Tengah, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) .
Insiden ini terjadi pada Senin (14/1/2025), di mana Teresia mengalami luka lebam di bagian mata dan wajah.
Menurut pengakuan korban, kekerasan bermula dari masalah sepele.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya karena saya masak nasi terlalu banyak (dua mejik) untuk dibawa ke kebun. Dia (suami) memarahi saya dengan mengambil sebilah parang lalu mengejar dan memukul saya di bagian mata sehingga mata saya bengkak dan lebam,” ungkap Teresia seperti dikutip dari Infolabuanbajo.id, Selasa (14/1/2025).
Tak hanya sekali, Teresia mengaku sering menjadi korban penganiayaan suaminya selama bertahun-tahun. Bahkan, ancaman pembunuhan membuatnya takut melapor ke polisi.
Kini, ia memilih mengamankan diri di kampung halamannya untuk mencari perlindungan.
Anak pasangan tersebut, Sindi Cenora Julianti Jumaidela, turut menyaksikan langsung aksi kekerasan sang ayah pada November 2024.
“Kemaren saya pulang libur ke kampung, tepatnya dibulan November 2024. Kejadiannya sore hari,disaat bapa pulang dari kebun. Mereka (Bapa dan mama) bertengkar hanya karena ubi goreng saja. Bapa memaki-maki mama dan hendak memukul mama namun dihalangi saya dan adik,” cerita Sindi pada Senin malam.
Meski melihat kekerasan itu berkali-kali, Sindi berharap konflik keluarga mereka dapat diselesaikan dengan baik.
“Saya berharap agar persoalan ini diselesaikan dengan baik antara bapa,mama dan keluarga. Saya juga tidak mengharapkan Bapa dipenjara, namun saya lebih kepada soal sikap Ayah untuk bisa dirubah ke depannya,” katanya.
Kades Membantah, Dalih yang Berbelit
Dikonfirmasi terpisah, Jumaidela menepis semua tuduhan. Ia mengaku hanya “menegur keras” istrinya.
“Saya tidak pukul dia, pak. Apalagi sampai mengancam dan mengeluarkan sebilah parang itu tidak benar.Terkait luka lebam di matanya itu karena saya mendorong dia dan jatuh terbentur dengan lantai,” klaimnya.
Namun, alibi ini terkesan rapuh. Jumaidela justru balik menyerang, menyebut istrinya memiliki gangguan psikologis.
“Dia sepertinya ada gangguang psikologis, karena selalu bikin yang aneh-aneh di rumah. Makanya saya tegur dia dengan keras.Untuk saya mengancam dia dengan sebilah parang itu tidak benar,” tambah Kades Jumaidela.
Namun, Jumaidela menambahkan bahwa ia siap menghadapi konsekuensi hukum jika pihak keluarga memutuskan melaporkan kejadian ini. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










