GBRNews.id –Drama perebutan “suami” ala pelajar di Ruteng, Manggarai, NTT, terus menjadi perbincangan panas setelah video dua siswi bertengkar mengenakan helm viral di media sosial.
Pengakuan salah satu siswi dalam video, yang menyebut pacarnya sebagai suami, tak hanya memancing gelak tawa, tetapi juga respons kritis warganet.
Di media sosial, reaksi warganet datang seperti banjir. Sebagian besar memberikan kritik tajam terhadap perilaku siswi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak yang mengaitkan insiden ini dengan pengaruh sinetron yang sering menggambarkan drama percintaan berlebihan.
“Baru pacar sudah dipanggil suami, ini krisis moral generasi muda,” tulis seorang pengguna media sosial.
Ada pula yang menyayangkan kurangnya pengawasan orang tua dan lingkungan terhadap pelajar tersebut.
“Ini bukan sekadar viral, tapi cerminan kegagalan pendidikan karakter. Semua pihak, dari keluarga hingga sekolah, harus bertanggung jawab,” ujar warganet lainnya.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian adalah flyer dengan desain sederhana bertuliskan, “Rona Keta Laku Hia Ga, Biar Rona Data Taro Kat” sebuah plesetan khas yang menggabungkan dialek lokal dengan humor santai. Flyer ini bahkan diberi sentuhan desain yang menyerupai logo sebuah stasiun TV nasional, menambah kesan lucunya.
“Special edition ‘Rona Keta Laku Hia Ga, Biar Rona Data Taro Kat’ tunggu tayangnya,” tulis seorang warganet yang membagikan gambar tersebut, lengkap dengan emoji tertawa.
Di tengah keramaian, muncul warganet yang mencoba tampil bijak, meskipun komentar mereka sering kali dinilai tidak menyelesaikan persoalan.
“Ini bukan hanya kesalahan anak-anak, tapi kesalahan kita sebagai masyarakat. Introspeksi yuk,” ujar seseorang di kolom komentar, yang justru dibalas sinis oleh pengguna lain.
Sementara Kepala Sekolah SMA Swasta Katolik tempat R menempuh pendidikan membenarkan bahwa sosok siswi berseragam pramuka dalam video tersebut adalah murid kelas XI IPS 4 di sekolahnya.
“Iya benar, dia (R) murid di sekolah kami,” ujar Kepsek Fansy seperti dikutip dari infopertama.com pada Sabtu (11/1/2025).
Namun, pengakuan R dalam video bahwa dirinya memiliki “suami” menimbulkan tanda tanya besar.
Berdasarkan data sekolah, R tidak bersuami. Untuk itu, pihak sekolah langsung membentuk tim khusus guna menyelidiki kebenaran klaim tersebut.
“Sekolah sudah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus video viral itu, mencocokkan data yang dimiliki sekolah dengan fakta sebenarnya. Mulai tadi malam, tim itu sudah bekerja. Bagaimana nanti hasilnya, hari Selasa akan kami umumkan,” jelas Kepsek Fansy.
Sebagai institusi pendidikan yang diakui oleh gereja, sekolah tidak hanya tunduk pada aturan pemerintah, tetapi juga hukum kanonik. Jika terbukti siswi bersuami atau memiliki anak, konsekuensinya adalah dikeluarkan dari sekolah.
“Kami tidak akan berkompromi jika hal ini terbukti,” tegas Kepsek Fansy. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










