GBRNews.id –Sebuah video berdurasi satu menit mendadak viral dan jadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang siswi berseragam pramuka lengkap terlihat mengamuk di depan sebuah kamar menyerupai kos-kosan.
Ia melampiaskan emosinya dengan memukul penghuni kamar menggunakan helm sambil melontarkan amarah yang membara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dihimpun Gbrnews.id, Jumat malam (10/1/2025), Peristiwa yang diduga terjadi di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini menyita perhatian karena melibatkan pelajar dan kekerasan fisik.
Siswi tersebut masuk ke kamar tanpa izin dan langsung menghantam salah satu penghuni yang sedang tidur di bawah satu selimut.
Bukan hanya helm, ia juga menggunakan tangan kosong untuk melukai korban, sementara temannya tidak bisa berbuat apa-apa karna sudah diancam terlebih dahulu dan meninggalkan kamar tersebut.
Sedangkan rekan siswi tersebut asyik merekam video dan menyemangati aksi brutal tersebut.
Dalam percakapan menggunakan bahasa Manggarai, siswi pramuka itu mengungkap alasan kemarahannya.
Ternyata, ia merasa pacarnya yang disebutnya sebagai “suami” telah berselingkuh dengan salah satu korban.
Emosi memuncak membuat pelaku menarik korban keluar kamar dengan menjambak rambutnya. Kekerasan itu bahkan terus berlangsung hingga di luar kamar, diiringi tangisan histeris korban yang tak berdaya.
Video ini tak butuh waktu lama untuk menyebar luas. Beberapa warganet menjadikannya bahan candaan, namun lebih banyak yang mengecam keras aksi tidak terpuji itu.
Peristiwa yang terjadi di Kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, ini menyisakan keprihatinan atas aksi kekerasan di kalangan pelajar.
Warganet berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.
“Desak Kapolres Manggarai tangkap perempuan berseragam Pramuka sebagai pelaku pemukulan yang menggunakan helm,” tulis salah satu warganet, Epang Bhot, di grup Facebook Manggarai Bebas Berpendapat.
Hingga saat ini, lokasi pasti kejadian belum terkonfirmasi. Motif lebih mendalam terkait insiden ini juga masih belum diketahui. **
Penulis : Rino
Editor : Redaksi










